Bupati Pati Haryanto: Kepercayaan Memimpin itu Datangnya tidak Tiba-tiba, Melainkan Butuh Waktu

Bupati Pati Haryanto menjadi pembicara pada kuliah perdana program studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus(UMK)

Bupati Pati Haryanto: Kepercayaan Memimpin itu Datangnya tidak Tiba-tiba, Melainkan Butuh Waktu
mazka hauzan naufal
Bupati Pati Haryanto menjadi pembicara pada kuliah perdana program studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (11/10/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Pati Haryanto menjadi pembicara pada kuliah perdana program studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (11/10/2019) sore.

Dalam kuliah perdana di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung J tersebut, Haryanto memberi materi "Peran Kepemimpinan Sektor Publik dalam Era Globalisasi" kepada puluhan mahasiswa magister UMK.

Tak sendiri, Bupati didampingi oleh Ketua Program Studi S2, Joko Utomo, Mochamad Edris selaku Dekan, Wakil Dekan 1 Sutono, Wakil Dekan 2 Panca Winahyuningsih serta Wakil Dekan 3 Nafi Inayati Zahro.

Sebelum memulai materinya, Haryanto menyebut, seluruh peserta kuliah yang hadir sebenarnya sudah menjadi pemimpin.

"Meskipun tingkatannya berbeda-beda. Ada yang sudah bekerja di instansi, ada juga yang tingkatannya middle management. Saya yakin, kepercayaan memimpin itu datangnya tidak tiba-tiba, melainkan butuh waktu," ujar Haryanto.

Meskipun definisi pemimpin itu sama, lanjut Haryanto, gaya kepemimpinan tiap orang itu berbeda-beda. Menurutnya, gaya kepemimpinan inilah yang nantinya menentukan keberhasilan seseorang ketika menjadi pemimpin.

"Oleh karena itu, keberhasilan sebuah tujuan, tergantung pada gaya kepemimpinan yang dilakukan. Dengan demikian, saat menjadi pemimpin, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi," paparnya.

Bagi Haryanto, sebagai kepala daerah, ada dua jenis kepemimpinan yang diemban seseorang dalam satu waktu, yakni kepemimpinan politik dan kepemimpinan administratif.

Kepemimpinan politik, menurutnya, berfokus pada sikap visioner, yaitu tercapainya visi dan misi. Dalam kepemimpinan politik, seseorang harus bisa mengambil keputusan secara situasional.

"Kemudian, kepemimpinan jika dilihat dari aspek administratif berkaitan dengan capaian-capaian dalam aspek makro dengan indikator-indikator tertentu. Antara lain pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, inflasi dan seterusnya," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved