Diancam AS, Presiden Turki Erdogan Tetap Tak Akan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, dia tak akan menghentikan serangan terhadap Kurdi Suriah meski diancam sanksi AS.

Diancam AS, Presiden Turki Erdogan Tetap Tak Akan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah
Net
Presiden Turki Tayyip Erdogan 

TRIBUNJATENG.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, dia tak akan menghentikan serangan terhadap Kurdi Suriah meski diancam sanksi AS.

Dalam kicauannya di Twitter, Presiden Donald Trump menyebut dirinya mempunyai tiga opsi untuk menghentikan konflik di perbatasan Turki dan Suriah.

Pertama adalah mengirim langsung pasukan ke perbatasan, menjatuhkan sanksi kepada Turki, atau mencoba menengahi dua kubu yang bertikai.

Menteri Pertahanan Mark Esper memperingatkan bakal ada "konsekuensi serius" jika Ankara tak menghentikan serangan atas Kurdi Suriah.

Adapun Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menuturkan, Trump telah memerintahkan persiapan untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Turki.

"Kami berharap kami tak perlu menggunakannya (sanksi). Namun kami bisa menutup ekonomi Turki jika dibutuhkan," kata Mnuchin.

"Kini terdapat ancaman dari kanan dan kiri, meminta kami untuk berhenti. Saya katakan kami tidak akan berhenti," tegas Erdogan.

"Kami tidak akan mundur dari langkah yang kami ambil. Kami tak akan berhenti apa pun yang orang katakan," tegasnya dilansir AFP dan Sky News Jumat (11/10/2019).

Erdogan melihat Kurdi Suriah, yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebagai teroris yang terhubung dengan pemberontak Turki.

Dia menyatakan operasi militer untuk menghantam posisi mereka di kawasan timur laut Suriah perlu demi menjaga keamanan nasional.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved