Jelang Musim Hujan, Bupati Sragen Imbau Warga Mulai Waspadai Serangan Demam Berdarah

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau masyarakat waspada demam berdarah.

Jelang Musim Hujan, Bupati Sragen Imbau Warga Mulai Waspadai Serangan Demam Berdarah
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Dedy Endriyatno menaiki mobil ambulance saat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)  

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau masyarakat agar mempersiapkan diri untuk menghadapi musim hujan yang diperkirakan turun pada November mendatang, di antaranya waspada demam berdarah.

Tahun lalu, angka penderita demam berdarah di Kabupaten Sragen bisa dikatakan begitu banyak.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com, pada per 28 Januari 2019 ada 588 kasus DBD di Kabupaten Sragen.

Dari data yang sudah masuk, setelah di clearance angka DBD dari 588 kasus menjadi 265 kasus.

"Sekarang kami sudah menghimbau dari sejak dini, persiapan masyarakat untuk mencegah semua yang bisa menyebabkan terjadinya demam berdarah dari penyakit-penyakit itu," ujar Yuni.

Tidak hanya persiapan menangkal demam berdarah, Yuni juga menyampaikan akan mengantispasi kekeringan di 2020 dengan tadah hujan.

"Ada salah satu desa percontohan di Ngepringan, Kecamatan Jenar. Kita bekerjasama dengan balai dan sebagainya prototipe untuk menampung air," terang Yuni.

Ketika hujan turun air akan disimpan di sana, sehingga pada saat musim kemarau bisa digunakan.

Yuni menyebutkan, daerah di Kulonprogo DI Yogyakarta sebagai percontohan bahwa tidak ada satu tetespun air yang terbuang.

Guna mencapai hal tersebut, berbagai desa kekeringan di Kabupaten Sragen bisa menerapkan dengan menggunakan dana desa.

"Dana desa bisa dimanfaatkan untuk itu, selain itu juga menstimulasi CSR dulu setelah itu kita diinisiasikan," kata Yuni.

Target Pemda disampaikannya kini harus ada pengentasan kekeringan dan tidak ada lagi tahun ke tahun masalah kekeringan.

"Semua program di arahkan ke tuntas desa kekeringan itu. Satu dikurangi, satu dikurangi sehingga nanti berlanjut ke desa-desa yang lain," pungkasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved