Terapkan Zero Drop Out, Pemkab Pekalongan Launching Aplikasi Kajen Rodo

Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaunching Aplikasi Kajen Zero Drop Out atau Kajen Rodo.

Terapkan Zero Drop Out, Pemkab Pekalongan Launching Aplikasi Kajen Rodo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melanching Aplikasi Zero Drop Out atau Kajen Rodo, di Hotel Dafam Pekalongan, Minggu (13/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempunyai target tahun 2021 semua anak di Kota Santri tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Untuk memenuhi target tersebut Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaunching Aplikasi Kajen Zero Drop Out atau Kajen Rodo.

Launching Aplikasi Kajen Rodo dilakukan langsung Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersamaan dengan pembukaan Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Forum Lintas MGMP SMP Kabupaten Pekalongan dengan tema 'Adiresy Smart Teaching Indonesia' di Hotel Daffam Pekalongan, Minggu (13/10/2019).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan, aplikasi Kajen Rodo merupakan program yang bagus karena dengan aplikasi ini bisa diidentifikasi permasalahan anak putus sekolah.

"Dengan aplikasi ini kita tahu mengapa anak tidak sekolah, alasannya apa, sekolah dimana, desanya mana, dan mereka ada dimana, terdeteksi semua," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com.

Menurut Bupati Asip, Pemkab Pekalongan mempunyai cita-cita pada tahun 2021 semua anak sudah tamat SMP, untuk memenuhi mandat Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun.

"Mudah-mudahan program ini terlaksana, karena kita akan running menuju Wajar 12 tahun. Mustahil, kita mengejar Wajar 12 tahun kalau kita tidak menyelesaikan Wajar 9 tahun," ungkapnya.

Dijelaskan Bupati, dengan aplikasi tersebut Pemkab bisa melacak satu persatu anak putus sekolah.

Pada prinsipnya Pemkab ingin anak-anak di Kabupaten Pekalongan agar bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

"Pokok e kudu sekolah, bisa lewat kejar paket atau kita rayu agar mau kembali ke sekolah. Dengan tujuan agar mereka mempunyai kompetensi dan daya saing sehingga menjadi generasi yang kompetitif dan lebih berhasil, lebih berakhlak. Minimal kita didik sampai SMP," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved