Breaking News:

Viral KKN Desa Penari, Desa Menari Ternyata Ada di Lereng Gunung Telomoyo, Ini Asal-usulnya

Beberapa waktu lalu, kisah fiksi Desa Penari sempat viral ketika cerita horor KKN di Desa Penari banyak diperbincangkan orang.

Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Anak-anak menari di Festival Lereng Telomoyo, Desa Menari Tanon, Getasan, Sabtu (13/10/2019). 

Unsur kesenian dimasukan sebagai tambahan daya tarik dan jadilah brand baru Desa Menari.

"Kebetulan warga desa ini juga mayoritas pelestari kesenian tari. Ada berbagai macam tarian lokal yang mampu dimainkan warga dari anak-anak, remaja, hingga dewasa," terangnya.

Desa Menari sendiri sebenarnya merupakan akronim dari Menebar Harmoni, Merajut Inspirasi, Menuai Memori.

Untuk semakin menarik wisatawan warga desa kemudian menggelar Festival Lereng Telomoyo, yang digelar Sabtu dan Minggu, 12 dan 13 Oktober 2019.

Ada lebih dari 16 tarian yang ditampilkan dalam festival selama dua hari itu. Mulai dari Geculan Bocah, Topeng Ireng, hingga Jaran Kepang dipertontonkan lengkap dengan perangkat musik dan penyanyi.

Uniknya, panggung pertunjukan dibangun di tengah-tengah perkampungan dengan bangunan kayu rumah warga yang berlokasi di lereng Gunung Telomoyo.

Namun, hal itu justru membuat atmosfer berkesenian semakin terasa.

Kini Desa Menari menjadi desa wisata yang menawarkan paket wisata beternak, bertani, dolanan tradisional, hingga paket kesenian.

Harganya bervariasi mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan dengan minimal kelompok 30 orang.(*)

Penulis: rival al manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved