3 Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan Soroti Kasus di RSUD Kajen, PKB Sebut Pelayanan Belum Memuaskan

Viralnya pemberitaan terkait pasien yang ditolak rawat inap oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen hingga akhirnya meninggal, mendapat

3 Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan Soroti Kasus di RSUD Kajen, PKB Sebut Pelayanan Belum Memuaskan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Romadhon dari Fraksi PKB usai menyampaikan pandangan umumnya disampaikan, pada Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Viralnya pemberitaan terkait pasien yang ditolak rawat inap oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen hingga akhirnya meninggal, mendapat perhatian dari fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan.

Ada 3 fraksi dalam pandangan umumnya disampaikan, pada Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2020 menyinggung persoalan tersebut.

Rokhyasin dari Fraksi Golkar dalam pandangan umumnya mengatakan fraksinya menyoroti bidang kesehatan.

Menurutnya Fraksi Partai Golkar, sesuai ketentuan dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, bahwa Pemerintah Daerah bertanggung jawab meningkatkan dan mengembangkan upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien dan terjangkau.

"Terkait dengan hal tesebut, ternyata masih banyak dijumpai adanya keluhan masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan di RSUD terutama di RSUD Kajen.

Hal tersebut menjadi perhatian fraksi Golkar dan bagaimana pemerintah daerah menyikapi hal tersebut," ungkapnya.

Di Tegal Pengurusan Kependudukan Berbasis Online Akan Diantar Ojol, Pemohon Cukup Menunggu di Rumah

KPK Banding Vonis Hakim Lasito, Kuasa Hukum Mengaku Kesulitan Beri Tanggapan

Balita di Ambarawa Meninggal Dianiaya Pacar Ibu, Ayah Korban : Polisi yang Datang Kasih Tahu

60 Orang Calon Satpam Ikut Diklat Gada Pratama, Kapolres Salatiga : Banggalah, Kalian Orang Pilihan

Kemudian, Romadhon dari Fraksi PKB menyampaikan bahwa pelayanan RSUD di Kabupaten Pekalongan secara umum dinilai masih belum memuaskan oleh masyarakat.

Keluhan yang datang, dari pasien maupun keluarga pasien tidak hanya karena terlantar dan lamanya mengurus administrasi, pasien dari keluarga tidak mampu juga sulit mendapatkan ruang inap.

"Seperti kasus terakhir terkait pasien BPJS di Desa Legokkalong Karanganyar yang ditolak rawat inap oleh petugas medis RSUD Kajen, yang mengakibatkan pasien tersebut meninggal.

Meskipun Direktur RSUD Kajen sudah memberikan klarifikasi.

Namun hal itu menjadi keprihatian serius bagi kita.

Fraksi PKB mendesak agar pemerintah daerah mengevaluasi kinerja RSUD di seluruh Kabupaten Pekalongan khususnya RSUD Kajen," jelasnya.

Candra Saputra yang menjadi juru bicara Fraksi PAN menyampaikan bahwa sebagaimana santer terdengar di berbagai media sosial belakangan ini mengenai kasus penolakan pasien BPJS di RSUD Kajen.

Fraksi PAN meminta klarifikasi dan penjelasan mengenai SOP yang diberlakukan sampai terjadi penolakan terhadap pasien.

"Selain itu fraksi PAN juga menghimbau kepada dinas terkait untuk mengevaluasi SDM di RSUD Kajen agar pelayanan yang diberikan bisa lebih baik lagi, sehingga kejadian seperti itu tidak pernah terjadi lagi," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved