7 Desa di Karanganyar Akan Mengikuti Pilkades Serentak Gelombang III 2020

Sebanyak 7 desa dari 6 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III 2020

7 Desa di Karanganyar Akan Mengikuti Pilkades Serentak Gelombang III 2020
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
Sosialisasi Pilkades serentak gelombang III 2020 di Ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar, Senin (14/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 7 desa dari 6 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III 2020.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintah Desa dan Kelurahan Karanganyar, Timotius Suryadi menyampaikan, sebanyak 7 desa yang akan mengikuti Pilkades serentak gelombang III ialah Desa Tuban Kecamatan Gondangrejo, Desa Gebyog dan Pendem Kecamatan Mojogedang, Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso, Desa Kaling Kecamatan Tasikmadu dan Desa Dawung Kecamatan Matesih.

"Penyelenggaraannya nanti pada 11 Maret 2020. Ada beberapa tahapan Pilkades serentak. Adapun anggarannya dari APBD kurang lebih kisaran Rp 70 juta, tergantung jumlah pemilih di masing-masing desa," katanya sebelum acara sosialisasi Pilkades serentak gelombang III 2020 di Ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar, Senin (14/10/2019).

Ia menjelaskan, tahapan pertama yakni persiapan Pilkades serentak diawali pembentukan panitia tingkat kabupaten dan pengawas yang dimulai pada Oktober-November 2019.

Selanjutnya tahap kedua pencalonan dimulai pada Desember 2019- Februari 2020. Tahap ketiga pemungutan suara, diawali dengan persiapan dimulai pada November 2019- Maret 2020 dan tahap keempat penetapan Kades terpilih pada Maret-April 2020.

Timo sapaan akrabnya mengungkapkan, berkaca terhadap penyelenggaraan Pilkades serentak pada Februari 2019 lalu, ada beberapa catatan yang mesti diperbaiki seperti penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Adanya kemungkinan warga yang tidak terdaftar dalam DPT, data domisili sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum ditetapkan Daftar Pemilih Tetap Sementara (DPTS)," ungkapnya.

Selain itu, pembentukan kepanitiaan oleh Badan Permusyawarahan Daerah (BPD) juga menjadi perhatian khusus serta situasi dan aturan dalam penyelenggaraan pemungutan.

Sehingga tidak terjadi antrean dan membuat molor saat pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, pengalamaan Pilkades serentak kemarin sudah berjalan baik, akan tetapi terkait kepanitiaan harus menjadi perhatian.

"Awalnya itu dari pembentukan kepanitiaan, hindari pergantian panitia di tengah jalan. BPD harus memahami dan menguasai prosedur pembentukan kepanitiaan secara baik. Karena outputnya soal kepercayaan dan dapat diterima semua pihak," terangnya.

Lanjut Juliyatmono, begitu juga soal DPT, usahakan jangan sampai tercecer karena akan menjadi masalah serta memberikan ruang yang nyaman bagi pemilih saat menyalurkan hak pilih. "Menggunakan hak pilih harus diberi ruang yang banyak," pungkasnya. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved