BMKG Sebut Oktober sebagai Puncak Suhu Tinggi di Jateng, Ini Laporan Lengkapnya

Suhu di Kota Semarang rata-rata bisa mencapai 37 derajat celcius. Hal tersebut disebabkan karena radiasi matahari yang masuk ke bumi selama 12 jam

BMKG Sebut Oktober sebagai Puncak Suhu Tinggi di Jateng, Ini Laporan Lengkapnya
via redio.in
Suhu panas 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Fenomena suhu udara lebih tinggi dibanding hari-hari biasa, puncaknya terjadi di bulan Oktober ini. Kejadian ini rutin tiap tahun, dan puncak cuaca panas dirasakan di Kota Semarang terjadi tanggal 11-13 Oktober 2019.

Bahkan suhu di Kota Semarang rata-rata bisa mencapai 37 derajat celcius. Hal tersebut disebabkan karena radiasi matahari yang masuk ke bumi selama 12 jam bisa hingga 90 persen.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Tuban Wiyoso, mengatakan posisi semu matahari di bulan Oktober berada tepat di atas Kota Semarang. Adapun pada tanggal 11 Oktober 2019 Kota Semarang mengalami kulminasi.

"Kulminasi adalah fenomena matahari yang berada tepat di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat yang disebut kulminasi utama.

Pada saat itu matahari tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit. Sehingga di tanggal 11 Oktober 2019 bisa disebut hari tanpa bayangan," ucapnya.

Rata-rata suhu udara di Kota Semarang antara 35 hingga 37 derajat celcius. Dari perhitungan 10 tahun terakhir, Kota Semarang pernah mengalami suhu tertinggi hingga 38,2 derajat celcius.

"Itu terjadi pada 27 Oktober 2018. Sedangkan suhu udara terpanasnya ada di tahun 1972 tanggal 13 Oktober hingga 38,7 derajat celcius," imbuhnya.

Tingginya suhu udara di Kota Semarang tidak hanya dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang tepat berada di atas wilayah ini saja. Tetapi juga radiasi yang masuk cenderung lebih banyak.

"Apalagi kalau siang hari dan ada sedikit awan. Suhu udara cenderung akan membuat kita gerah atau bahasa jawanya sumuk, karena radiasi yang masuk ke bumi tidak langsung ke luar ke langit," ujar Tuban.

Curah hujan yang masih di bawah 10 mm per hari, juga membuat suhu udara di Kota Semarang cenderung cukup tinggi. Berbeda dengan wilayah pegunungan yang akan lebih dahulu merasakan musim hujan.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved