Dibandingkan Tahun Sebelumnya, Angka Stunting di Batang Turun hingga 16 Persen

Kepala Dinas Kesehatan, Hidayah Basbeth mengatakan stunting diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama

Dibandingkan Tahun Sebelumnya, Angka Stunting di Batang Turun hingga 16 Persen
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Sosialisasi dan pencegahan stunting Dinkes Batang, PMI Batang dan Tim penggerak PKK di Balai Desa Kluwih, Kecamatan Bandar beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah terus berupaya menangani masalah stunting.

Upaya itu terbukti berhasil setelah angka stunting berhasil ditekan.

Tak hanya Dinas Kesehatan, beberapa pihak lain seperti PMI, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang juga turut ikut membantu menekan angka stunting.

Kepala Dinas Kesehatan, Hidayah Basbeth mengatakan stunting diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama.

Makanya Dinkes sangat mengapresiasi pihak lain yang ikut peduli persoalan stunting.

"Masalah stunting juga tanggung jawab milik semua pihak demi terbebasnya Batang dari stunting," ujarnya, Senin (14/10/2019).

Basbeth mengungkapkan angka stunting di Batang menunjukan perkembangan yang positif.

Merujuk hasil penimbangan serentak bulan Agustus 2019, angka stunting menjadi 8,9 persen dari 59.000 balita di Batang.

"Angkanya turun signifikan, bandingkan dengan Agusutus tahun 2018 yang saat itu angka stunting mencapai 25 persen, artinya ada penurunan 16 persen," terangnya.

Dikatakannya pihaknya terus menekan angka tersebut agar Batang bebas stunting

"Peran seperti PMI dengan PKK atau pihak lain yang ikut membantu itulah yang kita butuhkan," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved