Kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-20 Selesai, Bagaimana nasib pemain PSIS Semarang U-20?

Sebab sesuai regulasi, pemain dari tim U-20 bisa dimainkan di tim senior tanpa mencoret pemain lain dari tim U-20 yang sudah didaftarkan di tim senior

Kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-20 Selesai, Bagaimana nasib pemain PSIS Semarang U-20?
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
PSIS Semarang merayakan kesuksesan lolos ke babak semi final Elite Pro Academy Liga 1 U-20, Usai bermain imbang 1-1 melawan Persipura U-20 di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang U-20 baru saja mengakhiri kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019 dengan meraih posisi ketiga usai mengalahkan Bhayangkara FC dalam perebutan posisi ketiga di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (12/10/2019) lalu.

Pasca mengakhiri kompetisi Liga 1 U-20, pelatih PSIS U-20 Muhammad Ridwan dikabarkan bakal segera bertemu dengan pelatih kepala PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah atau Banur.

"Habis ini rencana Coach Ridwan mau koordinasi dengan Coach Bambang Nurdiansyah untuk mengikutkan pemain U-20 ke latihan senior di Magelang," kata manajer tim PSIS U-20, Budi Winarto kepada Tribun Jateng, Senin (14/10/2019).

Menurut Budi, jika ada pemain yang dari PSIS U-20 yang sesuai dengan kebutuhan tim senior maka bisa dimainkan di Liga 1.

Sebab sesuai regulasi, pemain dari tim U-20 bisa dimainkan di tim senior tanpa mencoret pemain lain dari tim U-20 yang sudah didaftarkan di tim senior.

"Kalau ada yang bagus bisa dimainkan ke senior. Karena kalau sudah didaftarkan di U-20 boleh dimainkan di tim senior. Tinggal buat surat ke LIB tentang penggunaan pemain U-20 ke tim senior," kata Budi.

Adapun untuk pemain dari tim U-20 yang sebelumnya sudah bergabung di skuad tim senior antara lain Eka Febri, Aqsha Saniskara Prawira, dan Yoga Adiatma.

Ketiga pemain ini juga sudah didaftarkan sebagai bagian tim senior sejak awal musim ini.

Nama-nama tersebut masih bisa bertambah, sebab ada 12 pemain PSIS U-20 yang melakukan kontrak jangka panjang bersama PSIS Semarang.

"Contohnya begini, Banur lihat pemain depan kita Agung Fendy bagus terus beliau pengen pakai dia waktu PSIS lawan Persela. Nah posisinya Agung kan belum didaftarkan di tim senior tapi sudah didaftarkan di tim U-20.

"Kita buat surat saja ke LIB untuk penggunaan pemain U-20," kata Budi.

Menurut Budi kesempatan mengambil pemain dari tim U-20 tersebut menjadi salah satu kesempatan klub mengembangkan potensi para pemain mudanya, sekaligus sebagai solusi menambah amunisi di tengah kompetisi yang sedang berjalan.

"Karena saat ini sudah tidak memungkinkan nambah pemain sebab bursa transfer sudah ditutup. Jadi klub bisa maksimalkan pemain U-20 lewat sistem seperti itu," ucapnya.

(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved