KPK: Mantan Bupati Seruyan Kalteng Jadi Tersangka, Korupsi Proyek Pelabuhan Laut Teluk Segintung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan mantan Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, Darwan Ali sebagai tersangka.

KPK: Mantan Bupati Seruyan Kalteng Jadi Tersangka, Korupsi Proyek Pelabuhan Laut Teluk Segintung
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan mantan Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, Darwan Ali sebagai tersangka.

Berdasarkan informasi, Darwan Ali berstatus tersangka dalam kasus korupsi proyek Pelabuhan Laut Teluk Segintung Tahun 2007-2012.

"Dalam proses penyidikan ini, KPK menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni DAL (Darwan Ali), Bupati Seruyan Kalimantan Tengah Periode 2003-2008 dan 2008-2013," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers, Senin (14/10/2019).

Febri menyampaikan, Darwan diduga kuat mengatur agar proyek tersebut dimenangkan PT Swa Karya Jaya (PT SKJ).

Dimana PT SKJ di dalamnya ada satu direkturnya merupakan kawan dekat Darwan.

KPK pun menemukan beberapa kejanggalan dalam proses lelang proyek tersebut.

Seperti waktu pengambilan dokumen lelang yang hanya satu hari, dokumen prakualifikasi dan penawaran lelang yang diduga dipalsukan.

Selain itu juga panitia lelang yang mengabaikan ketidaklengkapan dokumen PT SKJ.

Di samping itu, Darwan diduga mengubah nilai kontrak proyek dari Rp 112.736.000 menjadi Rp 127.411.481 atau sekitar 13,02 persen.

"Adendum ini melebihi ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang menyebutkan maksimal menambah pekerjaan adalah sebanyak 10 persen," kata Febri.

Tak hanya itu, Darwan diduga beberapa kali menerima transfer sejumlah Rp 687.500.000 dari PT SKJ melalui anaknya.

"Dalam perkara ini, diduga keuangan negara dirugikan sekitar Rp 20,84 miliar," kata Febri.

Febri juga menyampaikan, penetapan Darwan sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaan terhadap 32 saksi serta penggeledahan rumah Darwan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Atas dugaan tersebut, Darwan disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Tetapkan Eks Bupati Seruyan Tersangka Kasus Korupsi Pelabuhan"

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved