Lutfia Mau Pindah Jika Nilai Ganti Rugi Sepadan - Proyek Penanggulangan Banjir Rob di Pekalongan

Sementara 13 bidang tanah dan bangunan tidak memiliki sertifikat, dan 6 lainnya dinyatakan kurang kelengkapan administrasinya.

Lutfia Mau Pindah Jika Nilai Ganti Rugi Sepadan - Proyek Penanggulangan Banjir Rob di Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pekerja mulai menggarap proyek sempadan sungai di Krapyak Pekalongan Utara, Senin (14/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Proyek penanggulangan banjir rob di wilayah Krapyak Pekalongan Utara mulai dilakukan.

Tercatat 38 bidang tanah dan bangunan terdampak penataan sempadan sungai wilayah tersebut.

Dari total tersebut, 19 bidang tanah dan bangunan yang akan dibebaskan telah bersertifikat.

Sementara 13 bidang tanah dan bangunan tidak memiliki sertifikat, dan 6 lainnya dinyatakan kurang kelengkapan administrasinya.

Sejumlah warga yang terdampak mengaku mau pindah dengan persyaratan.

Satu di antaranya Lutfia (51), yang tempat tinggalnya terdampak proyek penataan wilayah.

“Asal ganti rugi cocok tentunya kami mau pindah."

"Tapi kalau tidak ya kami tidak akan meninggalkan tempat tinggal kami,” jelasnya, Senin (14/10/2019).

Dilanjutkannya, jika Pemkot Pekalongan mengganti tempat tinggal dengan rumah layak huni, ia menginginkan lokasi di dalam Kota Batik.

“Saya mau pindah, tapi kalau lokasinya tetap di Kota Pekalongan,” terangnya.

Adapun menurut Lurah Krapyak, Edi Yulistyo, 36 bidang tanah dan bangunan yang terdampak ada di sempadan aliran Sungai Lohji.

“Ini merupakan tahap pertama. Pengerjaan menurut Pemkot penataan sempadan sungai sepanjang 500 meter akan dilakukan,” tuturnya.

Ia menerangkan, sebagian warga menyepakati ganti rugi yang ditawarkan oleh Pemkot.

“Memang ada yang belum sepakat, karena kurangnya kelengkapan dokumen,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved