Breaking News:

SMA N 1 Sukorejo Kendal Pecahkan Rekor Pembuatan Ecobrick dengan Peserta Terbanyak Versi Leprid

Sampah plastik akan terus mencermari lingkungan karena membutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah plastik dapat terurai

Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Penyerahan penghargaan Leprid oleh Direktur Leprid, Paulus Pangka kepada Kepala SMA Negeri 1 Sukorejo, Siti Nur Wiqoyati 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - SMA Negeri 1 Sukorejo mempunyai cara untuk mengurangi sampah plastik. Sampah plastik itu dimanfaatkan untuk membuat ecobrick sebagai alternatif pegganti batu bata.

Ecobrik sendiri terbuat dari potongan sampah-sampah plastik yang dipadatkan dalam sebuah botol. Nantinya ecobrick dapat digunakan untuk membuat dinding ataupun furnitur.

Pembuatan ecobrick itu dilakukan secara massal pada Senin (14/10). Aksi itu tercatat sebagai aksi pemecahan rekor pembuatan ecobrick dengan jumlah peserta terbanyak yakni 1083 siswa yang tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid)

Kepala SMA Negeri 1 Sukorejo, Siti Nur Wiqoyati mengatakan bahwa meningkatnya konsumsi makanan kemasan membuat produksi sampah plastik mengalami peningkatan.

Sampah plastik akan terus mencermari lingkungan karena membutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah plastik dapat terurai.

"Penggunaan plastik memang tidak dapat terhindarkan, namun kami mencoba memikirkan solusi yang dapat dilakukan untuk mengelolanya sampah plastik menjadi benda yang bermanfaat dan bernilai guna. Salah satunya dengab membuati ecobrick, harapannya permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah plastik menjadi berkurang" ujarnya.

Menurutnya ecobrick yang dihasilkan dalam kegiatan yang pihaknya lakukan akan dimanfaatkan untuk pembuatan kursi, pembatas taman, pot bunga hingga hiasan di sekolahnya.

"Hasil akhir dari aksi ini agar para siswa sadar bahwa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi beda bernilai guna. Sehingga saat di rumah mereka dapat memanfaatkan sampah plastik untuk membuat ecobrick ataupun benda lainnya," terangnya

Elma fitria, seorang siswi SMA N 1 Sukorejo mengatakan bahwa proses pembuatan ecobrick sangat mudah. Bahan yang dibutuhkan yakni sampah dari kantong plastik, sampah plastik dari bahan cukup keras dan botol air mineral.

"Sampah plastik agak keras dipotong kecil dan dimasukan ke dalam botol. Kemudian dipadatkan dengan kantong plastik hingga penuh. jika sudah penuh nanti bisa disusun untuk membuat benda-benda," katanya

Ia mengatakan bahwa nantinya ecobrick yang ia dan teman-temannya buat akan manfaatkan untuk membuat perabotan unik serta hiasan-hiasan untuk digunakan di sekolahnya

"Saat ini anak muda suka selfi makanya ecobrik ini mau dibuat hiasan untu membuat spot-spot untuk foto di sekolah," katanya. 

Sementara itu, Direktur Leprid, Paulus Pangka mengapresiasi langkah pengelolahan sampah yang dilakukan oleh SMA N 1 Sukorejo. Menurutnya kegiatan itu adalah langkah yang tepat disaat situasi negara mengalami kendala dalam pengolahan sampah terutama sampah plastik.

"Harapannya aksi ini dapat menyadarkan masyarakat untuk dapat mengelola sampah mereka sendiri sehingga aksi pemecahan pembuatan ecobrik tidak dilakukan lagi karena sudah tidak ada sampah palstik," pungkasnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved