Viral Fenomena Ribuan Ikan Mati Terdampar di Pantai Cemara Suwu Jetis Cilacap, Polisi Pantau Laut

Warganet dalam beberapa hari terakhir ini dihebohkan dengan kematian ribuan ikan yang terdampar di Pantai Cemara Sewu Jetis Cilacap

Viral Fenomena Ribuan Ikan Mati Terdampar di Pantai Cemara Suwu Jetis Cilacap, Polisi Pantau Laut
ISTIMEWA
patroli Polres Kebumen pantau keadaan laut 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN-Warganet dalam beberapa hari terakhir ini dihebohkan dengan kematian ribuan ikan yang terdampar di Pantai Cemara Sewu Jetis Cilacap dengan perairan Kebumen.

Postingan itu pun viral dan dibagikan ribuan kali dari hari Sabtu (12/10) hingga sekarang.

Berbagai spekulasi bermunculan di tengah masyarakat, mulai dari dugaan keracunan masal, hingga fenomena alam yang tak biasa.

Merespon keresahan masyarakat akan fenomena itu, Sat Polair Polres Kebumen memantau perairan di wilayah Kebumen dalam patroli rutin.

Polisi yang menyelidiki informasi itu ternyata tidak menemukan kejanggalan di laut yang berhubungan dengan kejadian tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasat Polair Iptu Kawan Panjaitan mengatakan, matinya ribuan ikan yang terdampar di pantai Jetis dimungkinkan karena jaring payang nelayan robek saat mengangkat ikan.

"Kemungkinan tidak benar jika ikan dibuang di laut oleh nelayan payang sesuai kabar yang beredar di masyarakat. Melalui patroli ini kami selidiki kasus ribuan ikan mati itu. Di laut semua tidak ada kejanggalan," kata Iptu Kawan Panjaitan, Senin (14/10).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono mengatakan, ikan-ikan tersebut mati bukan lantaran keracunan, pencemaran atau fenomena alam.

Menurutnya, ikan tersebut mati karena sempat terjaring nelayan. Ikan sempat terperangkap jaring jenis payang, namun sobek saat diangkat ke perahu.

Jaring Payang adalah jenis jaring tarik tradisional. Perahu-perahu ukuran sedang biasa mengoperasikan jenis jaring ini.

Kapasitas jaring ini bisa mencapai dua hingga tiga ton.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved