Bupati Wihaji Geram, Proyek Pembangunan Jembatan Seturi Batang Ternyata Molor

Proyek pembangunan Jembatan Seturi mengalami keterlambatan dari progres atau target pembangunan, sekitar 10 persen.

Bupati Wihaji Geram, Proyek Pembangunan Jembatan Seturi Batang Ternyata Molor
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji inspeksi mendadak (sidak) di Jembatan Seturi, Desa Klidanglor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Selasa (15/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Proyek pembangunan Jembatan Seturi mengalami keterlambatan dari progres atau target pembangunan, sekitar 10 persen.

Mencari tahu penyebabnya, Bupati Batang Wihaji pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di proyek pembangunan Jembatan Seturi, Desa Klidanglor, Kecamatan Batang, Selasa (15/10/2019).

"Kami tidak ingin proyek fisik tahun ini ada yang bermasalah. Karena ini bisa merugikan masyarakat, nelayan, maupun Pemkab Batang," ujar Wihaji.

Wihaji mengatakan, berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, proyek pembangunan fisik Jembatan Situri anggaran Rp 18,101 miliar itu merupakan Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah.

"Sebentar lagi musim hujan. Kami minta untuk dikebut. Maka progres harus sesuai, PPK harus pantau, jalankan sesuai prosedur. Karena ini sudah kami beri surat peringatan," jelasnya.

Dikatakannya, dari dalih pelaksana proyek salah satu presentasinya yang paling tinggi ada pada pembuatan kerangka baja.

Dimana pada Jumat (17/10/2019) sudah mencapai 20 persen.

"Ada beberapa kendala keterlambatan. Seperti harus membuat akses jalan menuju galangan kapal. Ada juga masyarakat yang meminta kompensasi karena terdampak getaran tiang pancang," jelasnya.

Wihaji meminta kepada pelaksana proyek agar mengejar keterlambatan.

Bila perlu pula ditambah tenaga kerja.

Sementara itu, Kasi Pemeliharaan dan Pengawasan Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono mengatakan, untuk tinggi Jembatan Seturi sekitar 10,5 meter.

Ditargetkan selesai pada 25 Desember 2019.

"Untuk Keterlambatan mencapai 10 persen dan kami sudah mengeluarkan surat peringatan satu."

"Tapi tim pengendalian kami sesuai dengan tahapan kontrak. Kami optimis bisa selesai," pungkasnya. (Dina Indriani)

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved