102 Atlet Ikuti Kejurkab Bulutangkis 2019 Kabupaten Sragen

Sebanyak 102 atlet bulutangkis di Kabupaten Sragen ikuti Kejurkab Bulutangkis 2019 di GOR Diponegoro Sragen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Peserta Kejurkab Bulutangkis 2019 Kabupaten Sragen sedang bertanding di lapangan bulutangkis GOR Diponegoro Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 102 atlet bulu tangkis di Kabupaten Sragen ikuti Kejurkab Bulutangkis 2019 di GOR Diponegoro Sragen.

Kejurkab Bulutangkis yang terselenggara selama tiga hari ini terhitung (14-16/10/2019). Kejurkab ini mempertandingkan sembilan kategori yang diikuti club, perseorangan, hingga utusan sekolah di Kabupaten Sragen.

Ketua KONI Subono mengatakan, kejurkab ini guna mempersiapkan kerangka tim untuk Porprov 2022 mendatang.

"Saya sampaikan juga kepada club kejurkab, ini dalam rangka mengawali membuat kerangka tim Porprov 2002," kata Bono.

Setelah itu atlet-atlet unggulan hasil kejurkab akan PBSI Kabupaten Sragen bina terus-menerus.

Pada November hingga Desember akan ada bonus dengan catatan akan diverifikasi terlebih dahulu sejauh mana potensi menuju Porprov 2022 termasuk pelatih dan asisten pelatih.

"Sehingga fokus KONI adalah prestasi jadi anggaran dari APBD memang harus diberikan bonus kepada para atlet," kata dia.

Dirinya juga mengatakan fokus KONI di 2022 akan fokus meningkatkan prestasi para atlet demi Kabupaten Sragen.

Sementara itu, Ketua PBSI Kabupaten Sragen Puji Atmoko mengatakan kejurkab ini merupakan agenda tahunan PBSI Kabupaten Sragen.

"Agenda tetap kami ini, cuman tahun kemarin kami selenggarakan di pertengahan tahun, kalo ini hampir di akhir karena memang ada beberapa hal," kata Puji.

Beberapa hal tersebut ialah sedang adanya perbaikan terpal. Selain itu terselenggaranya Pilpres dan Pilkades yang berdekatan.

"Wasit-wasit kita yang di desa tidak bisa kita berdayakan. Kebetulan kami juga sedang perbaikan terpal rusak, setelah mengajukan ke Disperkim diperbaiki setelah Pilpres baru kita berani mengajukan agenda ini," lanjut dia.

Sembilan kelompok umur tersebut ialah kelompok pradini usia kurang dari sembilan tahun, kelompok dini kurang dari 11 tahun, tunggal anak putra kurang 13 tahun.

Sementara itu tunggal anak putri usia kurang 13 tahun, tunggal pemula putra-putri kurang 15 tahun, tunggal remaja putri kurang 17 tahun, ganda remaja putra kurang 17 tahun dan tunggal taruna putra kurang 19 tahun.

"Kita maunya pembibitan seluruh daerah hingga pelosok. Tentu kami stok pemain berbakat PBSI Kabupaten Sragen, agar kita bisa mempersiapkan untuk kejuaraan yang lebih tinggi," terang dia. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved