Tjondrorini : Cuci Tangan Pakai Sabun Dapat Menyelamatkan Jiwa Anak-anak dari Penyakit Menular

Tjondrorini, Wakil Ketua Bidang IV Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa tengah mengatakan budaya cuci tangan yang diterapkan tidak hanya bag

Tjondrorini : Cuci Tangan Pakai Sabun Dapat Menyelamatkan Jiwa Anak-anak dari Penyakit Menular
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Tjondrorini, Wakil Ketua Bidang IV Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa tengah mengajari anak SDN 1 Tambahrejo Pageruyung mencuci tangan pakai sabun. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tindakan sederhana seperti membudayakan cuci tangan pakai sabun mempunyai dampak besar yakni menyelamatkan jiwa anak-anak dari kematian akibat penyakit menular.

Perilaku hidup sehat yang tidak baik dapat menyebabkan infeksi bakteri dan virus yang dapat mengancam jiwa anak-anak.

Tjondrorini, Wakil Ketua Bidang IV Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa tengah mengatakan budaya cuci tangan yang diterapkan tidak hanya bagi anak-anak saja.

Orang dewasa pun juga ikut membudayakan cuci tangan pakai sabun untuk menghindarkan dari serangan penyakit.

"Berdasarkan data dari WHO, sekitar 75 persen masyarakat belum melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun. Oleh karena itu gerakan cuci tangan pakai sabun mulai dibiasakan sejak dini dan masyakat diikut sertakan," ujarnya seusai peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS), di SDN 1 Tambahrejo, Pageruyung, Selasa (15/10).

Pihaknya pun juga meminta tiap sekolah-sekolah memperhatikan kebersihan kamar mandi sekolahnya.

Menurutnya WC merupakan bagian terpenting yang harus dipunyai oleh sekolah.

Saat ini masih banyak sekolah-sekolah yang masih memiliki WC atau kamar mandi yang tidak sesuai standar kebersiahannya.

"Kami juga memberikan bantuan dari Bina marga jateng kepada sekolah-sekolah yang belum mempunyai WC yang sesuai standar sehingga dapat dibangunkan WC yang layak," katanya

Dalam acara peringatan itu ratusan murid SDN 1 Tambahrejo mengikuti kampanye cuci tangan pakai sabun.

Mereka diajari mencuci tangan sesuai tahapan-tahapan yang benar dengan panduan dari petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Pageruyung.

Kepala Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan, budaya cuci tangan pakai sabun juga merupakan bagian dari program Sanitasi Terpadu Bebasis Masyarakat (STBM) yang saat ini tengah digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Kendal.

"STBM ini merupakan program ODF yang kami lakukan sebelumnya. Satu dari lima pilar dari STBM yakni cuci tangan pakai sabun," ujarnya

Menurutnya cuci tangan pakai sabun perlu dibudayakan sejak usia dini. Hal itu karena dengan mencuci tangan pakai sabun dapat menghindarkan anak dari penyakit yang dapat mengganggu masa pertumbuhan dan perkembangan.

"Apabila anak mengalami sakit maka pelajaran mereka akan tergganggu sehingga dapat menurunkan prestasi anak," pungkasnya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved