Warga Gunungpati Semarang Kaget Puluhan Orang Kepung Rumah Tetangga, Ternyata Densus 88

Ketua RW 04 Dusun Kepoh Kelurahan Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Muhammad Hafidz (54) kaget saat beberapa orang mengaku

Warga Gunungpati Semarang Kaget Puluhan Orang Kepung Rumah Tetangga, Ternyata Densus 88
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Sebuah kontrakan di Dusun Kepoh Rt 01 Rw 04 Kelurahan Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang yang ditempati oleh dugaan teroris. Kondisi rumah tampak sepi dan dan tertutup rapi meski tak ada garis polisi yang membentang usai digeledah oleh puluhan jajaran Tim Densus 88 Mabes Polri, Selasa (15/10/2019). 

TRUBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua RW 04 Dusun Kepoh Kelurahan Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Muhammad Hafidz (54) kaget saat beberapa orang mengaku dari jajaran Kepolisian Gunungpati dan juga Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Kepolisian Republik Indonesia mendatangi kediamannya.

Menurut Hafidz, ia diminta ikut serta mendampingi jajaran guna menilik keluarga yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

"Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Ada beberapa orang datang minta diantar ke sana (rumah TKP penangkapan). Saat itu saya juga ditemani Bapak Rt 01 Arifin (44)," ujarnya, Selasa (15/10/2019).

Saat diatanya kegiatan apa yang terjadi saat itu, Hafidz tak mengaku tak begitu mengerti pasti maksud dan tujuannya.

Yang ia tahu, satu di antara warganya berinisial Am (44) dan juga sang istri MH (44) dibawa oleh jajaran tak lama setelah beberapa anggota masuk ke dalam.

"Saya tidak tahu itu karena apa. Yang saya tahu tidak ada hal yang mencurigakan dari keluarga tersebut, biasa-biasa saja," lanjutnya.

Beredar kabar bahwa Am dan juga MH diduga terlibat ke dalam sindikat teroris.

Selaku penanggungjawab di wilayah Rw 04 Nongkosawit, Hafidz menerangkan bahwa tidak ada suatu perbuatan keluarga yang dicurigai sebagai teroris itu.

Menurutnya, Am tinggal bersama seorang istri MH dan juga 2 orang anak di kontrakan di Desa Kepoh sekiranya sejak 3 tahun terakhir.

Dalam kirun waktu itu sebanyak 3 kontrakan dijadikan sebagai tempat berteduh.

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved