BREAKING NEWS: Densus 88 Tangkap Suami Istri Terduga Teroris di Masaran Sragen
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap suami istri terduga teroris di Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap suami istri terduga teroris di Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Sang suami bernama Abdul Aziz ditangkap di sebuah bengkel di Pasar Masaran, Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.
Warga Dukuh Masaran Kulon RT 08 Kecamatan Masaran ini ditangkap selepas membeli knalpot.
Yuni (49), pemilik bengkel kaget atas penangkapan Aziz tersebut.
Dia menyaksikan langsung bersama karyawannya yang melayani pembelian knalpot.
"Saya bingung, cepat banget kejadiannya tidak ada lima menit.
Saya kira masnya bercandaan sama temannya.
Begitu keluar bengkel, tiba-tiba mukanya masnya (Azis) langsung ditutup dan dimasukkan mobil," terang Yuni kepada Tribunjateng.com.
Aziz ke bengkel milik Yuni mengendarai sepeda motor.
Dia mengaku baru kali pertama melihat Aziz yang ternyata adalah tetangga di kampung.
"Penangkap cuma bilang kalau ini kasus radikalisme.
Ada dua mobil mungkin, ya, yang menangkap juga memakai baju biasa.
Jumlahnya banyak sekali, ada 20-an (petugas) sepertinya," lanjut dia.
Aziz ditangkap tanpa perlawanan.
Petugas yang melakukan penangkapan juga tidak terlihat menggunakan senjata.
Beberapa jam berselang istri Aziz, Novi, juga diamankan Densus 88 di rumahnya.
Penangkapan Novi disaksikan Ketua RT 08, Rusmanto.
Rusmanto bersama tiga warganya menyaksikan penggeledahan rumah Aziz.
Petugas kemudian membawa Novi pergi.
"Tadi saya ke sana bersama tiga warga menyaksikan penggeledahan.
Kurang lebih ada delapan barang yang disita," kata Rusmanto.
Barang-barang tersebut adalah busur dan anak panah, pisau sepanjang 60 cm lebar 20 cm beserta wadahnya, ponsel, ijazah, buku-buku, dan kertas-kertas.
"Aziz memang anak asli sini, kalau istrinya kami kurang tahu.
Pasalnya Aziz datang tiba-tiba bawa istri, surat-surat kami juga tidak dikasih tahu," terang Rusmanto. (tribunjateng.com/mahfira putri)