Cuaca Panas Bisa Berdampak Paling Fatal adalah Heatstroke, Ini Penjelasan Dokter

Kondisi cuaca sangat panas bisa berdampak bagi kesehatan tubuh. Salah satu yang paling fatal adalah heatstroke.

Cuaca Panas Bisa Berdampak Paling Fatal adalah Heatstroke, Ini Penjelasan Dokter
CDC
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Bulan Oktober ini menjadi puncak musim kemarau yang melanda wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Suhu udara di Kota Semarang bisa mencapai lebih dari 37 derajat celcius.

Kondisi cuaca sangat panas bisa berdampak bagi kesehatan tubuh. Salah satu yang paling fatal adalah heatstroke.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Hermina Banyumanik Semarang, Alvin Aditya Setiawan, menjelaskan heat stroke merupakan kondisi seseorang yang pingsan tiba-tiba akibat terlalu lama terpapar sinar matahari yang sangat terik.

"Hal itu disebabkan karena tubuh kurang cairan atau dehidrasi. Sekaligus, tubuh kehilangan banyak sekali elektrorit karena banyak dikeluarkan melalui keringat. Heat stroke berisiko pada kematian jika tidak ditangani dengan cepat," bebernya.

Bila seseorang mengalami heatstroke, disarankan untuk membawa orang tersebut ke tempat yang sejuk. Bisa di dalam ruangan maupun di bawah pohon yang teduh.

"Kalau bisa dibawa ke ruang ber AC itu lebih baik. Kemudian lepas semua pakaian supaya tubuhnya cepat dingin. Langkah selanjutnya kompres tubuhnya dengan handuk basah. Tapi jika tidak membaik, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit," katanya.

Suhu udara yang sangat panas tidak hanya berpengaruh pada fisik saja. Tetapi juga psikis seseorang bisa terganggu jika terlalu lama terpapar sinar matahari.

"Iya betul, orang bisa mudah emosi, mudah stres, susah konsentrasi, yang akhirnya memperlambat pekerjaannya. Jadi tidak hanya berdampak pada fisik saja," imbuh dokter Alvin.

Ia menambahkan, ada beberapa kategori seseorang yang sangat mudah terkena heatstroke. Di antaranya balita, lansia, orang dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru, obesitas, serta perempuan.

"Itu karena tubuh mereka sulit menerima kondisi cuaca panas yang sangat ekstrem. Apalagi yang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebab, saat tubuh terpapar suhu yang sangat panas, denyut nadi jadi naik. Itu tidak baik bagi jantung," tegasnya.

Menurut dokter Alvin, para pekerja yang aktivitasnya banyak di luar ruangan, juga lebih rentan terkena heat stroke.

Maka ia menyarankan untuk menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan berwarna terang. "Dibarengi juga konsumsi air yang cukup.

Kalau orang normal kebutuhan air dalam sehari bisa mencapai 2,5 liter sehari. Sedangkan yang aktivitasnya sering di luar ruang, bisa jadi 3 liter. Tapi kalau yang punya penyakit ginjal, cukup 2 liter saja," tutupnya. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved