Ganjar Pranowo Usulkan Ronda Jenis Baru untuk Batasi Gerak Terorisme di Jateng

Ronda jenis baru yang dimaksud yakni bukan berjaga di malam hari untuk menangkap pencuri, melainkan agar masyarakat mengetahui orang- orang di sekitar

Ganjar Pranowo Usulkan Ronda Jenis Baru untuk Batasi Gerak Terorisme di Jateng
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui awak media di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks perkantoran Provinsi Jateng, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Menanggapi penangkapan terduga teroris yang merupakan sepasang suami istri di Gunungpati Kota Semarang, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memiliki usulan ronda jenis baru.

Ronda jenis baru yang dimaksud yakni bukan berjaga di malam hari untuk menangkap pencuri, melainkan agar masyarakat mengetahui orang- orang di sekitarnya.

"Ronda jenis baru ini untuk memastikan siapa saja tetangga dan tamu di sekitar tempat tinggal masing- masing. Pastikan mereka orang baik- baik dan tidak bermasalah," kata Ganjar, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat penting dalam rangka membantu pemerintah melawan segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme.

Ia meminta semua elemen masyarakat peduli dan peka dengan kondisi sekitar. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan silaturahim antar sesama, termasuk dengan tamu yang datang.

"Sehingga masyarakat menjadi mengerti, siapa tetangga mereka dan tamu mereka. Saya minta semua tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan level paling bawah seperti RT, dapat memantau dan menjalankan ini," tegasnya.

Dengan kekuatan sektor terkecil tersebut, kata dia, maka gerak langkah kejahatan terorisme dapat terdeteksi. Kalau ada warga yang tidak mau diajak ketemu, tidak mau kumpul, dapat diketaui sejak dini.

"Akan ketahuan siapa mereka, kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti, apakah didatangi, diberitahu dan dilakukan tindakan- tindakan lainnya," ucap politisi PDIP itu.

Saat ini, sangat sulit untuk mengelompokkan pelaku teror ada dimana, jaringan apa dan sebagainya. Hal itu nyaris tidak mudah untuk terdeteksi, karena mereka telah membaur dalam masyarakat.

Bahkan, kata Ganjar, tidak hanya pada masyarakat sipil, di lingkungan pemerintahan, pendidikan dan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri juga sudah disusupi para pelaku.

Mereka terus bergerilya untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme.

"Kalau masyarakat mau membantu, tentu tugas pemerintah akan semakin mudah. Kita semua bisa hidup tanpa rasa takut. Kesadaran inilah yang sangat penting, agar masyarakat waspada pada ajaran- ajaran yang tidak pas dan bertentangan dengan Pancasila," imbuhnya.

Semua elemen harus bergerak dari dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum bergerak bersama melawan paham yang mengancam kedaulatan itu.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved