Hatmiyarni Dosen Teknologi Pangan Unkartur Inovasi Bikin Es Kole: Perpaduan Kopi, Dawet dan Lele

Ikan Lele, yang selama ini banyak dijadikan sebagai olahan makanan rupanya bisa diinovasikan sebagai bahan minuman.

Hatmiyarni Dosen Teknologi Pangan Unkartur Inovasi Bikin Es Kole: Perpaduan Kopi, Dawet dan Lele
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Hatmiyarni Tri Handayani S Tp M Sc, Ketua Program Studi S1-Tekpang Unkartur dan Novia Anggraeni S Pi M.Sc, Dosen Program Studi S1-Tekpang Unkartur, saat mendemokan pembuatan es Kole di SMA Kebon Dalem Semarang, Rabu (16/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ikan Lele, yang selama ini banyak dijadikan sebagai olahan makanan rupanya bisa diinovasikan sebagai bahan minuman.

Di tangan dua dosen Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) ini, yakni Hatmiyarni Tri Handayani S Tp M Sc, Ketua Program Studi S1-Tekpang Unkartur dan Novia Anggraeni S Pi M.Sc, Dosen Program Studi S1-Tekpang Unkartur, ikan lele dapat diinovasikan menjadi bahan pembuatan es dawet.

Tidak tanggung-tanggung, es dawet Lele tersebut lantas diinovasikan kembali dengan perpaduan kopi hingga menjadi Es Kole (Es Kopi Lele).

Novia Anggraeni yang merupakan inovator Es Kole menuturkan, idenya tersebut berawal dari lomba Inovasi pangan yang pernah ia ikuti selama menempuh pendidikan S1 di Jurusan Perikanan

Ia menyebutkan, Kala itu dirinya berinovasi membuat dawet belut dengan mempertimbangkan potensi yang ada.

Namun dengan proses percobaan, ia yang mengakui telah melewati proses pengujian selama dua tahun membuat es dawet lele lantas memantapkan inovasinya untuk menjadikan Lele sebagai bahan dasar.

"Dulu awalnya saya melihat dari potensi belut.

Namun setelah melihat potensi lainnya, akhirnya saya memilih bahan lele. Lele banyak yang memberdayakan dan mudah dicari," kata dia di sela-sela memperkenalkan es Kole kepada para guru dan siswa SMA Kebon Dalem Semarang, Rabu (16/10/2019).

Ia pun menyebutkan, idenya menjadikan Lele sebagai bahan minuman tersebut muncul seiring dengan kebutuhan masyarakat akan ikan.

Menurutnya, hingga kini banyak dari masyarakat yang masih enggan untuk mengonsumsi ikan.

Halaman
12
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved