Bupati Indramayu Terjaring OTT KPK: Supendi Ditangkap di Rumah Orangtua

Bupati Indramayu, Supendi, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/10).

Bupati Indramayu Terjaring OTT KPK: Supendi Ditangkap di Rumah Orangtua
YOUTUBE
Bupati Indramayu Supendi 

TRIBUNJATENG.COM, INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Supendi, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/10). Supendi ditangkap di kediaman orangtuanya di Desa/Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, pada pukul 23.40 WIB.

Selain Supendi, KPK juga menangkap tujuh orang lainnya, baik yang berlatar pejabat Indramayu maupun pihak swasta. Dalam OTT tersebut, penyidik KPK menyita uang ratusan juta rupiah. Penangkapan Supendi diduga terkait proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Menjelang Senin (14/10) tengah malam ada kegiatan tim KPK di Indramayu. Yang diamankan ada bupati, ajudan, pegawai, rekanan, kepala dinas, dan beberapa pejabat Dinas PU (Pekerjaan Umum) lainnya. Totalnya ada delapan orang," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (15/10).

Kemudian, kata dia, saat ini lima orang sudah dibawa ke gedung KPK, termasuk Bupati Supendi, yang sedang dalam proses pemeriksaan intensif. Sesuai KUHAP, kata Febri, ada waktu maksimal satu kali 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan orang-orang yang terkait. "Nanti hasilnya akan disampaikan melalui konferensi pers di KPK," kata dia.

KPK menduga Bupati Supendi menerima uang dari rekanan proyek Dinas PU Kabupaten Indramayu. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, uang itu diduga diberikan supaya rekanan tersebut memperoleh pekerjaan di Dinas PU.

"Diduga ini terkait dengan pemberian sejumlah uang dari rekanannya kepada Bupati Indramayu untuk mendapatkan pekerjaan di Dinas PU Kabupaten Indramayu," kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa.

Setelah penangkapan Bupati Supendi, penyidik KPK langsung menggeledah sejumlah tempat, termasuk ruang kerja Dinas PUPR di Jalan Pahlawan, Indramayu. Pantauan di lapangan menunjukkan, dua ruangan yang disegel KPK adalah ruang kepala dinas dan sekretaris dinas. Di depan kedua ruangan tersebut terpasang segel KPK dan kertas bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK".
Pelayanan

Sesuai jadwal, Supendi seharusnya membuka kegiatan penyaluran dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Pendapa Indramayu, Selasa pagi. Oleh karena bupati terjaring OTT KPK, pada kesempatan itu, Wakil Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, menggantikannya untuk membuka kegiatan sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.

Taufik menyampaikan, aktivitas pelayanan publik di Pemkab Indramayu tetap berjalan normal. "Kan ada wakil (bupati) yang akan menjalankan tugasnya," kata Taufik kepada wartawan, Selasa pagi.

Ia mengaku sangat prihatin terkait penangkapan Supendi oleh KPK.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved