Tulus Kena Dampak Jelang Pelantikan Presiden, Konser Sewindu Tulus Terpaksa Ditunda di Solo

Konser Tulus Sewindu Tur yang akan diselenggarakan di De Tjolomadoe, Surakarta, Jawa Tengah pada Jumat (18/10/2019) ditunda.

Tulus Kena Dampak Jelang Pelantikan Presiden, Konser Sewindu Tulus Terpaksa Ditunda di Solo
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Tulus saat bernyanyi dalam acara Unnes Night Festival di Lapangan Prof Dumadi kampus Unnes, Sabtu (4/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Konser Tulus Sewindu Tur yang akan diselenggarakan di De Tjolomadoe, Surakarta, Jawa Tengah pada Jumat (18/10/2019) ditunda.

Hal itu disebabkan karena konser bertepatan dengan hari tenang jelang pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

"Sehubungan dengan keamanan masa tenang pelantikan Presiden, maka Tur Sewindu Tulus Solo ditunda," tulis promotor Rajawali Indonesia dalam akun instagramnya @rajawaliindonesia seperti dikutip Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Tur Sewindu Tulus di Surakarta (Solo) bakal dijadwalkan ulang pada 24 Oktober 2019 di lokasi yang masih sama.

Adapun keputusan ini ditetapkan berdasarkan putusan izin keramaian umum atau konser musik yang diajukan Rajawali Indonesia kepada kepolisian pada 14 Oktober 2019.

"Demikian pengumuman ini agar dimaklumi," ujar Rajawali Indonesia.

Tur dan Festival Sewindu Tulus digelar di lima kota.

Tur tersebut dimulai dari Malang pada 24 September, dilanjutkan Yogyakarta (26 September), Surakarta (18 Oktober), Makassar (25 Oktober), dan berakhir di Jakarta pada 1 November 2019.

Yang spesial tur ini juga memperingati 8 tahun Tulus berkarier seperti tajuk dalam rangkaian tur ini yakni, "Sewindu".

Dalam turnya, Tulus menjanjikan sesuatu yang berbeda.

"Konten yang akan saya sampaikan juga benar-benar berbeda sih."

"Tapi orangnya sama, mukanya masih ini-ini saja," ujar Tulus.

Meski konsep yang digelar di lima kota akan sama, Tulus telah menyiapkan kejutan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Pelantikan Jokowi, Konser Tulus di Solo Ditunda"

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved