OJK Kantor Regional 3 Jateng dan DIY Adakan Kegiatan Gerakan Inklusi Keuangan 2019

Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Non-Bank

OJK Kantor Regional 3 Jateng dan DIY Adakan Kegiatan Gerakan Inklusi Keuangan 2019
IST
Pembukaan kegiatan Gerakan Inklusi Keuangan 2019 yang diadakan oleh OJK Kantor Regional 3 Jateng dan DIY, bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Non-Bank dan Pasar Modal. Berlokasi di kantor OJK Regional 3 Jateng dan DIY, jl. Kyai Saleh, Rabu (16/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Non-Bank dan Pasar Modal mengadakan Kegiatan Gerakan Inklusi Keuangan 2019.

Adapun tema yang dipilih yaitu “Bersama Kita Wujudkan Inklusi Keuangan Untuk Semua." Kegiatan tersebut dilaksanakan selama sebulan yaitu tanggal 1 - 31 Oktober 2019 serentak di seluruh daerah.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menjelaskan, berdasarkan hasil survei nasional literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016, diketahui bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan nasional, atau tingkat literasi keuangan adalah sebesar 29,66 persen.

Sedangkan tingkat penggunaan masyarakat terhadap produk/jasa keuangan atau tingkat inklusi keuangan adalah sebesar 67,82 persen.

Tingkat literasi masyarakat Jawa Tengah adalah sebesar 33,51 persen dan tingkat inklusi keuangan sebesar 66,23 persen.

Rayuan Mantep Sujarwo Luluhkan Remaja 15 Tahun, Akhirnya Mau Melakukan Perbuatan Asusila

Polres Kebumen Juara 1 Input Sidik Jari se Indonesia, Berikut Fakta Unik Sidik Jari

"Dari survei tersebut menginformasikan bahwa terdapat kelompok masyarakat yang belum mendapatkan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Hal ini menjadi tantangan bersama dalam peningkatan inklusi keuangan di Jawa Tengah," jelas Aman Santosa, dalam siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (16/10/2019).

Dikatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), telah ditetapkan target inklusi keuangan pada akhir tahun 2019 sebesar 75 persen atau setara dengan 145 juta penduduk dewasa.

Dengan demikian, dibutuhkan sekitar 50 juta rekening baru untuk mencapai target tersebut.

Sejalan dengan Perpres SNKI tersebut, Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 tahun 2019, tentang Hari Indonesia Menabung (HIM) telah menetapkan tanggal 20 Agustus sebagai Hari Indonesia Menabung.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved