DETIK-DETIK Penangkapan Pelaku Mayat Wanita Dibungkus Karung Pupuk, Pelaku Terpaksa Ditembak Kakinya

Heboh mayat wanita yang dibunuh dan diperkosa dan jasatnya dibungkus karung pupuk menggegerkan Pekalongan.

DETIK-DETIK Penangkapan Pelaku Mayat Wanita Dibungkus Karung Pupuk, Pelaku Terpaksa Ditembak Kakinya
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Kumalasari saat berkunjung ke makam saudara kembarnya, di Pemakaman Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/10/2019). 

“Kalau usianya belum bisa dipastikan, namun ia masih muda."

"Kulitnya sawo matang, tingginya sekitar 150 sentimeter,” paparnya.

Ditambahkannya, jenazah sedang ditangani oleh Polres Pekalongan.

“Informasi lebih lanjut mungkin akan disampaikan oleh pihak berwajib,” imbuhnya. 

Pelaku pembunuhan Kumalasari yang jenazahnya dibungkus karung pupuk ditangkap dan kini berada di Mapolres Pekalongan, Kamis (17/10/2019) petang.
Pelaku pembunuhan Kumalasari yang jenazahnya dibungkus karung pupuk ditangkap dan kini berada di Mapolres Pekalongan, Kamis (17/10/2019) petang. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Saudara Kembar Minta pelaku Dihukum Mati

Bunga tabur di pemakaman Kumalasari, gadis muda yang ditemukan tewas terbungkus karung pupuk di bantaran Sungai Sragi Baru dengan kondisi mengenaskan, masih terlihat segar, Kamis (17/10).

Setelah mayatnya ditemukan pada Rabu (16/10) lalu, dan diidentifikasi, jenazah gadis 29 tahun itu, warga Desa Depok Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, dimakamkan pihak keluarga di pemakaman desa setempat.

Di tengah ratusan batu nisan yang berada di pemakaman itu, tampak seorang wanita yang terus menatap persemayaman Kumalasari.

Wajah wanita itu terlihat murung, dan matanya berkaca-kaca.

Wanita itu adalah saudara kembar Kumalasari, yang datang dari Jakarta.

Baik wajah, serta tinggi badannya hampir sama dengan Kumalasari. Bahkan, nama saudara kembar korban pembunuhan itu juga sama, yaitu Kumalasari (29).

Sari, sapaannya, mengaku sangat terpukul mendengar kabar kematian saudara kembarnya secara tak wajar.

“Saya dapat kabar saudara saya meninggal Rabu (16/10) lalu, langsung saya pulang ke Pekalongan dan sampai di sini pagi tadi (kemarin-Red),” katanya.

Sari pun tak menyangka, pelaku tega menghabisi saudaranya yang dikenalnya sebagai sosok pendiam.

“Salah saudara saya apa? Ia pendiam dan berkebutuhan khusus, tetapi ia tak pernah mengganggu orang lain.

Pekerjaannya hanya memetik bunga melati di sekitar desa, bahkan ia tak pernah kenal dengan seorang lelaki.

Tetapi pelaku tega melakukan perbuatan keji itu,” ucapnya.

Sari mengaku tak terima saudaranya diperlakukan bak binatang, yang berujung menghilangkan nyawa.

“Saya tidak ikhlas saudara saya diperlakukan seperti itu. Pelaku harus diadili, kalau perlu dihukum mati,” ujarnya.

Saat ditemui, kedua orangtua Kumalasari, yaitu Rina (50) dan Daidin (55), hanya bisa melihat foto anak perempuannya.

Pada Rabu (16/10) lalu, Rina sempat merasakan kejanggalan pada anaknya.

“Biasanya ia pulang ke rumah pukul 09.00, tapi hingga siang hari ia tak pulang dan tidak ada kabar,” ujarnya.

Saat menunggu, Rina mendapat kabar dari keluarga, bahwasanya warga menemukan jenazah perempuan terbungkus karung pupuk di bantaran Sungai Sragi Baru.

“Keluarga saya tahu dari media sosial tentang kabar itu, dan mengabarkan ke saya.

Saya langsung pulang ke rumah. Pada malam hari petugas datang dan memberitahu keluarga jenazah itu adalah anak saya,” tuturnya.

Rina mengaku sangat terpukul saat diajak petugas ke rumah sakit untuk memastikan identitas jenazah itu.

“Jenazah itu benar anak saya, kondisinya penuh luka, perhiasan yang ia kenakan juga raib,” terangnya.

Candra Saputra, tokoh masyarakat Desa Depok, meminta polisi mengusut tuntas kasus itu.

“Keluarga korban meminta pelaku dihukum seberat-beratnya,” ucap pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Pekalongan itu.

Menurut dia, pihak desa akan mengawal kelanjutan kasus yang menewaskan Kumalasari.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai pelakunya tertangkap,” paparnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Hery Hariyanto, menyatakan, jajaran Polres Pekalongan telah mengantongi identitas pelaku.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan saat ini kami fokus melakukan pemburuan pelaku,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pelaku merupakan lelaki yang dekat dengan korban.

“Kami masih memburunya. Kalau sudah ada kejelasan akan kami kabarkan informasinya,” tukas dia.

Hery menduga, korban merupakan korban pemerkosaan dan penganiayaan.

"Hasil dari otopsi forensik, korban mengalami luka sobek pada selaput dara, luka berat pada leher, lebam di dagu, serta memar pada dahi," jelasnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved