Disdikbud Jateng Meyakini Aplikasi Sidara Girisaka Tingkatkan Transparansi Anggaran Sekolah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah meresmikan aplikasi Sidara Girisaka di Hotel Grand Bintang Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Disdikbud Jateng Meyakini Aplikasi Sidara Girisaka Tingkatkan Transparansi Anggaran Sekolah
Tribun Jateng
Acara launching aplikasi Sidara Girisaka dan pedoman penyusunan RKAS di Hotel Grand Bintang Tawangmangu Karanganyar, Kamis (17/10/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah meresmikan aplikasi Sidara Girisaka di Hotel Grand Bintang Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/10/2019) malam. 

Aplikasi itu ditujukan sebagai media kontrol serta transparansi pengelolaan dana sekolah.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri berharap aplikasi tersebut memberikan banyak kemudahan dan keuntungan dalam dunia pendidikan.

"Ini memudahkan sekolah dalam menyusun RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ). Mengontrolnya mudah. Selain itu ini juga bagian meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat dapat memantau kegiatan sekolahan dan pengelolaan anggaran," katanya saat sambutan.

Ratusan Ayam Warga di Brebes Mati Mendadak, Diperkirakan Kena Flu Burung

Pengakuan Terduga Pembunuh Wanita yang Mayatnya Dimasukkan Dalam Karung Pupuk: Kepingin Coba-coba

Cerita Suhartini Hajatan Kawinan Diboikot karena Beda Pilkades, Sudah Datang ke RT dan Karang Taruna

Penggagas Sidara Girisaka, Eris Yunianto mengatakan piranti itu mampu menyamakan standar dan tahapan dalam menyusun RKAS di semua sekolah.

Kini aplikasi itu masih dalam tahap pengujuan di enam sekolah wilayah Kabupaten Karanganyar. 

"Nanti sambil menyiapkan SDM-nya, kalau sudah lancar kita merambah ke Wonogiri dan Sragen. Nanti kalau sudah layak, saya serahkan ke Disdikbud Jateng," kata pria yang juga menjabat Kepala Cabdindik Wilayah VI Jateng itu.

Pedoman penyusunan RKAS, sambungnya, sudah ditandatangani Kepala Disdikbud Jateng.

"Pedomannya sudah ada. Walaupun karakteristik dan kebutuhan sekolah bisa berbeda, minimal standar, langkah dan tahapan penyusunan sama," papar Eris.

Eris meyakini Sidara Girisaka merupakan solusi sekaligus jawaban para orangtua murid terkait keterbukaan informasi beban biaya yang ditetapkan satuan pendidikan.

"Proses penetapan nanti akan diupload dalam bentuk video, sebagai dasar bahwa penetapan sudah dilakukan dengan tahapan yang sesuai serta secara demokratis," ungkapnya.

"Bisa kita kontrol, tidak seenaknya sendiri. Sesuai tidak dengan kondisi lapangan dan kebutuhannya. Kan di aplikasi rapot mutu sekolah ada 8 komponen standar nasional pendidikan. Dari komponen itu lemahnya di mana, sisi lemah itu mau diintervensi seperti apa. Intervensi nanti bentuknya apa dan anggarannya berapa, nah itu yang harus real. Tidak ngarang," pungkasnya. (ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved