Hingga Pertengahan Oktober 2019, Tercatat 134 Desa di Pati Alami Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat terdapat 134 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Pati mengalami kekeringan.

Hingga Pertengahan Oktober 2019, Tercatat 134 Desa di Pati Alami Kekeringan
ISTIMEWA
Bantuan air bersih dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati baru-baru ini 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Hingga 17 Oktober 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat terdapat 134 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Pati mengalami kekeringan.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala BPBD Pati Hadi Santosa ketika diwawancarai, Jumat (18/10/2019).

Hadi mengatakan, untuk mengatasi kekeringan ini, setiap hari pihaknya selalu berkoordinasi dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Pati serta instansi lainnya untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Hingga kini, bantuan air bersih yang telah tercatat di BPBD Kabupaten Pati sebanyak 1.326 tangki," ujarnya.

Bantuan tersebut berasal dari program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan, PMI, DLH, KORPRI, BPBD Provinsi dan BPBD Pati.

Hadi menyebut, jumlah bantuan tersebut belum termasuk pihak-pihak lain yang tidak mencatatkan bantuannya di BPBD Pati. Mereka berasal dari perorangan, instansi, pihak swasta, maupun lainnya.

Tak hanya bantuan air bersih yang dikirim dengan tangki, Hadi mengungkapkan, ada pula bantuan sumur dalam (sumur bor) dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana yang berlokasi di Desa Kropak dan Desa Tawangrejo.

"Sumur ini telah menghasilkan air dan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Nantinya, akan diilanjutkan di Desa Pantirejo dan Desa Babalan Kecamatan Gabus yang baru dimulai pengeborannya," imbuhnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved