Kota Bekasi Belajar Pengelolaan Sampah Berbasis Android di Kabupaten Pekalongan

Kota Bekasi Belajar Pengelolaan Sampah Berbasis Android di Kabupaten Pekalongan

Kota Bekasi Belajar Pengelolaan Sampah Berbasis Android di Kabupaten Pekalongan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (kiri) menerima cendramata dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kanan) di rumah dinas Bupati Kabupaten Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Jajaran Pemerintah Kota Bekasi datangi Kabupaten Pekalongan.

Kedatangan Pemkot Bekasi untuk belajar tentang pengelolaan sampah.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memaparkan, jumlah sampah di Kota Bekasi 1.800 ton per hari. Pihaknya ingin mengurangi jumlah sampah tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan studi banding ke Kabupaten Pekalongan untuk mengetahui sistem pengolahan sampah yang ada di Kabupaten Pekalongan seperti apa.

"Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan Bupati Pekalongan ini bisa kita jadikan studi tiru dan menjadi sebuah percontohan bagi daerah lainnya di seluruh wilayah Indonesia," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada Tribunjateng.com saat memberikan sambutan di Rumah Dinas Bupati, Jum’at (18/10/2019)

Menurut Effendi saat ini Pemkab Pekalongan tengah gencar mengaplikasikan sistem pengelolaan sampah berbasis android.

"Oleh karena itu kami bersama Sekda dan jajarannya serta pengelola sampah berkunjung ke Kabupaten Pekalongan."

"Kami juga bawa Bank Sampah Induk untuk nanti tingkat RW, Kelurahan, dan Kecamatan yang akan mengaplikasikannya di wilayah kami, sesuai dengan apa yang ingin kita dapat dari Kabupaten Pekalongan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pengelolaan sampah di wilayahnya antara lain akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi berbasis android.

"Aplikasi tersebut bernama Yo Waste. Aplikasi ini baru diluncurkan pada 4 Oktober 2019 kemarin dan saat ini aplikasi tersebut sudah disosialisasikan ke setiap kecamatan dan kelurahan," katanya.

Lebih lanjut bupati menjelaskan, produksi sampah di wilayah Kabupaten Pekalongan, sebanyak 356 ton per hari.

"Walaupun ini bisa dikatakan tidak banyak, namun menjadi tantangan yang berat. Sehingga muncullah inisiasi, bagaimana agar sampah ini memiliki nilai ekonomi dan dipilah sesuai dengan jenisnya," ungkapnya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyampaikan, pihaknya ingin membangun paradigma masyarakat tentang sampah.

"Dengan sistem pengelolaan sampah, kami ingin masyarakat membutuhkan sampah. lewat aplikasi warga hanya di rumah dan mengumpulkan sampah, maka akan mendapatkan uang."

"Saya juga ucapakan terimakasih atas kunjungan Wali Kota Bekasi. Silaturahmi itu sangat penting, agar kita bisa membangun dan melayani masyarakat dengan cepat," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved