Polres Salatiga Cokok Residivis Pencurian Motor sekaligus Pengedar Pil Koplo

Sat Reskrim Polres Salatiga kembali mencokok Agus Prasetya (37), terkait kasus pencurian sepeda motor di sebuah kafe area Sarirejo

Polres Salatiga Cokok Residivis Pencurian Motor sekaligus Pengedar Pil Koplo
Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat menginterogasi tersangka dalam gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sat Reskrim Polres Salatiga kembali mencokok Agus Prasetya (37), terkait kasus pencurian sepeda motor di sebuah kafe area Sarirejo RT 2 RW 9, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan tersangka masuk daftar pencarian orang (DPO). 

"Agus ini residivis berhasil kami ungkap atas laporan korban Endah Pratiwi (24) warga Kabupaten Semarang. Dia kehilangan sepeda motor pada Jumat (4/10/2019) kemarin, saat berada di sebuah kafe di Kota Salatiga,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Jumat (18/10/2019).

Hutan Kota Kraton Kini Tak Lagi Angker, Warga Tegal Bisa Betah Habiskan Sore Bersama Keluarga

Mujaroah Teteskan Air Mata, Akhirnya Tempati Rumah Relokasi, Korban Terdampak Longsor di Tegal

Setelah Ditutup, Kawasan Sunan Kuning Akan Dijaga Ketat Satpol PP, Libatkan Polisi dan Tentara

Saat beraksi, lanjutnya, tersangka mengincar dompet korban yang berisi kunci sepeda motor dan STNK.

Modus pelaku berpura-pura membantu memindahkan motor korban.   

Motor hasil curian itu dijual senilai Rp 5,5 juta, melalui media sosial. 

Polisi mendapati barang bukti berupa 4 unit sepeda motor curian.

Meliputi Beat bernopol H 4148 ANC (milik Endah); Beat warna hitam plat H 3661 LK dan H 2205 NB; Vario abu-abu bernopol H 5349 ZV; dan Jupiter Z nopol H 2737 NB berserta STNK masing-masing.

Selain itu didapati uang tunai Rp 700 ribu, sebuah kalung dan gelang emas yang dibeli Agus dari uang hasil penjualan motor curian.

Selanjutnya ada 2 unit HP Xiaomi dan Oppo, serta sebuah helm dan beberapa kartu ATM dari berbagai bank.

Petugas juga menemukan ribuan butir obat daftar G atau pil Yarindo. 

Obat terlarang itu disembunyikan Agus di rumah kos wilayah Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. 

"Dia bilang, selain mencuri motor juga menjual obat-obatan itu. Dijual seharga Rp 35 ribu per 10 butir," tambahnya. 

Agus dijerat pasal berlapis, meliputi 363 KUHP karena kasus pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan menjual pil koplo dikenakan pasal 197 junto pasal 106 tahun 2009 dan pasal 62 UU RI tahun 1997 tentang psikotropika ancaman kurungan maksimal 15 tahun. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved