Sunan Kuning Resmi Ditutup, Seorang PSK Depresi hingga Dilarikan ke RSJ

Rencananya, pihak resos akan menjenguk sekaligus menyerahkan buku tabungan yang berisi dana tali asih dari Pemkot

Sunan Kuning Resmi Ditutup, Seorang PSK Depresi hingga Dilarikan ke RSJ
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang bersama jajarannya memberikan dana tali asih kepada perwakilan wanita pekerja seks (WPS) selepas pengucapan deklarasi di halaman Resosialisasi Argorejo, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Resosialisasi Argorejo atau biasa disebut lokalisasi Sunan Kuning (SK) resmi ditutup Jumat (18/10/2019).

Sebagian wanita pekerja seks (WPS) atau pekerja seks komersial (PSK) sudah legawa dengan kebijakan pemerintah menutup praktik prostitusi di kawasan tersebut dan bersiap menata kehidupan lebih baik.

Seorang WPS, Anis Indarti mengaku, sudah mandiri. Meski SK ditutup, dia sudah memiliki usaha jasa menjahit.

"Saya sudah mandiri, memang profesi saya sebelumnya juga penjahit," ucap WPS asal Sragen tersebut.

Dia tidak mengingat awal berkecimpung dalam dunia prostitusi di Sunan Kuning.

Namun, dia mengaku sudah puluhan tahun menjajakan diri di lokalisasi tersebut.

Bahkan, dia sudah dapat menabung ratusan juta yang sudah digunakan untuk mengembangkan usaha jahitannya.

Dana tali asih sebesar Rp 5 juta yang diberikan Pemkot juga akan digunakan untuk mengembangkan usaha.

"Saya sudah mbalung sumsum disini, sudah puluhan tahun.

Awalnya memang saya tidak bisa tidur kalau mengingat prostitusi akan ditutup, tapi saya pikir-pikir penutupan ini juga ada maknanya," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved