Segini Gaji Gamer yang Baru 1 Tahun Menjadi Profesional, Masih Minat Jadi PNS?

Stereotip terhadap anak yang kecanduan game online mungkin sudah saatnya berubah.

Segini Gaji Gamer yang Baru 1 Tahun Menjadi Profesional, Masih Minat Jadi PNS?
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Manay (tiga dari kanan) berfoto bersama tim Evos sebelum roadshow mabar dan coaching clinic di Upnormal Semarang. 

Mereka dikelola layaknya tim olahraga profesional.

Memiliki manajer tim, atlet, manajer promosi dan lain sebagainya.

Di Evos, Manay sehari-hari berlatih selama lima jam, jika akan menghadapi kompetisi porsinya ditambah menjadi delapan jam.

Dengan gaji yang lebih sedikit badingkan saja dengan jam kerja PNS yang jauh lebih banyak.

"Dulu saya juga sama seperti teman-teman di sini, mabar bareng, namun saya ingin sedikit maju dengan gabung komunitas, buat tim dan ikut kompetisi hingga akhirnya diajak bergabung Evos," terangnya.

Terakhir ia bersama tim Evos menjadi juara dunia Free Fire di Thailand pada April 2019 lalu.

Sementara itu manajer tim Evos Free Fire, Kristiawan Eko menambahkan dalam setiap kompetisi Eaport, tim akan mendapatkan hadiah hingga ratusan juta saat berhasil menjadi juara.

"Saat ini memang dunia game sudah bisa memberikan output yang berbeda daripada satu dekade lalu, pemainnya bisa mendapat penghasilan dari sini," terang Kris lebih lanjut.

Hanya saja memang perlu manajemen, anak yang sudah suka gaming diarahkan, diberikan program untuk mengloah skillnya.

Bukan berarti harus bermain seharian penuh hingga melalaikan kegiatan lain.

"Prinsipnya kan segala sesuatu kalau berlebihan tidak baik.

Begitu juga dengan gaming perlu pengelolaan, terlebih setelah pemerintah memberi dukungan dengan masuk dalam Asian Games misalnya, ini menjadi ladang bisnis baru," pungkasnya. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved