Selama Januari hingga Oktober 2019 Terjadi 450 Kasus Kebakaran di Kota Semarang

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Semarang, Trijoto Poejo Sakti menyampaikan bahwa sepanjang Oktober tepatnya 19 Oktober

Selama Januari hingga Oktober 2019 Terjadi 450 Kasus Kebakaran di Kota Semarang
Istimewa
Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Semarang, Trijoto Poejo Sakti menyampaikan bahwa sepanjang Oktober tepatnya 19 Oktober 2019, pihaknya telah mencatat 65 kasus kebakaran.

Jumlah tersebut masih tergolong cukup tinggi mengingat jumlah rata-rata perhari terjadi 3 kasus bahkan pernah mencapai 9 kasus sehari.

Adapun kasus kebakaran sepanjang Oktober melanda sejumlah katogeri objek di antaranya 13 bangunan gedung, 3 kendaraan, dan sisanya bangunan lain dan juga lahan kosong atau rumput kering.

Penyebab tertinggi masih didominasi masalah kelistrikan (korsleting) dan sisanya beberapa faktor lain.

"Area terbakar mencapai 92.848 meter persegi dengan kerusakan mencapai Rp 976 juta dan berhasil menyelamatkan sekitar Rp 717 juta.

Untuk jumlah kasus memang hingga saat ini masih setengah dari bulan September yang mencapai 108 kasus dengan total lahan yang rusak mencapai Rp 388.016 meter persegi total kerusakan mencapai Rp 6.3 milyar dan menyelamatkan Rp 3.9 milyar.

Kolaborasi Pemprov dan IMA Siap Angkat Potensi Unggulan di Jawa Tengah

Ditargert Rp 151 Juta di Tahun 2019, Objek Wisata Waduk Cacaban Tegal Baru Realisasi 72 Persen

16 Tim Ikuti Turnamen Sepakbola U-10 Dandim Demak Cup 2019, Ada SSB Tugu Muda Semarang

Letkol Kav Luluk Setyanto Kumpulkan Mendadak Seluruh Prajurit TNI AD di Sragen, Ada Apa?

Dan itu sangat melelahkan pastinya," terang Tri, Sabtu (19/10/2019).

Jika dikalkulasikan sejak periode Januari-Oktober, sebanyak 450 kasus kebakaran terjadi di Kota Semarang.

Jumlah tersebut melahap lahan seluas 729.584 meter persegi dengan jumlah kerusakan mencapai Rp 84.5 milyar dan berhasil menyelamatkan Rp 60.9 milyar.

Dari jumlah tersebut, Tri berharap angka kebakaran di Kota Semarang semakin menurun dan dapat ditekan dengan adanya kesadaran pada masing-masing pribadi untuk lebih berhati-hati dalam mengoperasikan hal-hal yang memicu munculnya api.

Ia juga tidak memprediksi hingga akhir tahun nanti angka kasus kebakaran akan semakin tinggi atau semakin turun.

"Untuk itu kami berharap tentunya mereka (petugas) tetap sehat sekarang maupun di hari tua nanti.

Oleh karena itu kami selaku pemberi kerja berkewajiban memenuhi alat pelindung diri yang memadai dan mereka wajib menggunakan alat pelindung diri saat bertugas.

Saya berharap mereka tetap sehat meskipun pekerjaan mereka begitu beresiko (terhadap) kesehatan mereka.

Mengingat efek dari bahaya kebakaran bisa berdampak secara langsung ataupun bisa berdampak di kemudian hari untuk kesehatan petugas pemadam terutama dari bahaya asap (pernapasan)," pungkasnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved