Breaking News:

Disnakerperinkop-UKM Kudus Segera Bahas Kenaikan UMK 2020

Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus akan segera membahas besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: abduh imanulhaq
IST
Ilustrasi UMK 2020 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop-UKM) Kabupaten Kudus akan segera membahas besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Hal itu menyusul adanya keputusan dari pemerintah pusat dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) perihal besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 8,51 persen.

Kepala Disnkaerperinkop-UKM Bambang Tri Waluyo mengatakan telah menerima surat edaran dari Kemenaker terkait kenaikan besaran upah pada 2020.

"Itu yang menjadi dasar kami untuk segera melakukan pembahasan kenaikan upah, khususnya di Kudus," kata Bambang, Minggu (20/10/2019).

Menurutnya, pembahasan upah akan dibahas dalam waktu dekat.

Dalam pembahasan kenaikan upah itu melibatkan unsur pengusaha, buruh, dan pihaknya sendiri selaku pemerintah.

"Pembahasan nanti oleh Dewan Pengupahan atau tripartit," jelasnya.

Jika UMK Kudus tahun ini Rp 2.044.467,75, besaran yang akan ditetapkan sebagai UMK Kudus tahun depan masih belum diketahui.

"Nanti pembahasan lihat kondisinya dulu bagaimana," katanya.

Diketahui, Kemenaker telah mengeluarkan surat edaran Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Dalam surat tersebut Kemenaker memutuskan untuk menaikkan UMP sebesar 8,51 persen.

Kenaikan itu berlaku di seluruh provinsi.

Dalam surat itu disebutkan, kenaikan 8,51 persen berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi nasional sebesar 3,9 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. (goz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved