Irfani Masih Wajib Bayar Pajak Meski Ditelan Abrasi - Duka Petani Rumput Laut di Brebes

Harga rumput laut terbilang stabil sejak beberapa tahun lalu, lantaran banyak petani terdampak abrasi, produktivitas rumput laut di desa terganggu.

Irfani Masih Wajib Bayar Pajak Meski Ditelan Abrasi - Duka Petani Rumput Laut di Brebes
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Petani di Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, usai panen rumput laut dari lahan mereka, Sabtu (19/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Petani rumput laut di pesisir Randusanga Kabupaten Brebes, mengeluhkan akibat ratusan hektare lahan produksi rumput laut terdampak abrasi.

Terlebih, meski sudah kehilangan lahan, para petani tetap dikenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Seorang petani rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Irfani mengatakan, sudah lama menjadi petani rumput laut.

Setiap tahun, lahan untuk budidaya rumput laut selalu berkurang luasannya karena terendam air laut.

Dari sekitar 6 hektare lahan miliknya, kini hanya 2 hektare yang masih bisa digunakan.

"Setiap tahun selalu berkurang luasan lahan saya. Lainnya sudah terendam dan tidak bisa dimanfaatkan," katanya, Minggu (20/10/2019).

Meski sudah kehilangan 4 hektare lahan budidaya rumput laut, namun ia hingga kini masih dibebankan membayar PBB.

Padahal, lahan tersebut saat ini sudah tidak ada dan berubah menjadi laut karena terendam.

"Kemarin masih bayar pajak (PBB--red). Padahal lahannya sudah tidak ada."

"Dan saya juga sudah tidak mendapat manfaat lahannya," keluhnya.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved