Batang Masih Kekurangan 34 Ribu Jamban, Bupati Wihaji Minta Kades Alokasikan Dana Desa

Bupati Batang Wihaji mengungkapkan Kabupaten Batang masih kekurangan sebanyak 34 Ribu jamban karena sejumlah wilayah belum Open Defecation Free (ODF)

Batang Masih Kekurangan 34 Ribu Jamban, Bupati Wihaji Minta Kades Alokasikan Dana Desa
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji saat pertemuan Bupati Advokasi dengan Kepala Desa dalam rangka Jamban Sehat di Aula Kantor Bupati, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji mengungkapkan Kabupaten Batang masih kekurangan sebanyak 34 Ribu jamban karena sejumlah wilayah belum Open Defecation Free (ODF) atau belum bebas buang air besar sembarangan.

Dikatakannya, pola perilaku hidup tidak sehat tersebut menjadi keprihatinan Pemkab, karena berdampak pada terjangkitnya wabah penyakit menular pada manusia.

"Oleh karena itu, melalui kegiatan advokasi Bupati, saya meminta agar Batang bebas ODF di awal 2020," ujar Bupati Batang Wihaji saat pertemuan Bupati Advokasi dengan Kepala Desa dalam rangka Jamban Sehat di Aula Kantor Bupati, Senin (21/10/2019).

Untuk merealisasikan Batang bebas ODF, Bupati Wihaji meminta anggaran Pemkab dan dana desa bisa dialokasikan atau diperuntukkan membantu membangun jamban bagi warga yang belum memiliki.

Hadiah Utama 1 Unit Mobil Diperebutkan 1.958 Peserta Turnamen Mancing Baramundi di Pelabuhan Kendal

Dalam Sehari, Polres Kebumen Tangkap 5 Penjual dan Sita Puluhan Botol Minuman Keras

Pemeran Yu Es Teh di Vlog Pak Bhabin AKP Nyi Ayu Fitria Dimutasi, Ini Penggantinya

Setelah Ditegur Wali Kota Hendi Soal Asap Hitam Knalpot, Ade Remajakan Belasan Armada Trans Semarang

"Setelah memprioritaskan infrastruktur dan layanan publik sudah selessai, maka alokasikan untuk jamban karena kita masih kekurangan 34 Ribu jamban se-Kabupaten Batang," jelasnya.

Wihaji juga menjelaskan bahwa dari penuturan salah satu kades mengatakan masih ada warganya yang tidak mau buang air besar di jamban, karena kebiasaan di sungai, sehingga harus dipaksa dengan aturan.

"Kita harus merubah pola pikir masyarakat sengan membuat aturan untuk sedikit memaksa demi kebaikan, yakni dengan tidak boleh buang air bsar di sungai, ini demi kesehatan dan Bebas ODF bisa sukses," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Hidayah Basbeth mengatakan, bahwa di Kabupaten Batang sudah 84 persen memiliki jamban berarti masih kurang 16 persen menuju Batang Bebas ODF.

"Oleh karenanya, Bupati diharapkan dapat menyelesaikanya melalui dana desa karena kita di target bebas ODF di awal 2020," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved