Dua Perwira Polda Diberhentikan Mabes Polri, Terlibat Pembobolan Dana Ratusan Miliar Nasabah BNI

Dua perwira di jajaran Polda Maluku diberhentikan sementara dan diperiksa Mabes Polri.

Dua Perwira Polda Diberhentikan Mabes Polri, Terlibat Pembobolan Dana Ratusan Miliar Nasabah BNI
dailymail
Gila! Hacker Bobol Bank Bangladesh Rp 1,1 Triliun, Kasus Pembobolan Terbesar di Dunia 

TRIBUNJATENG.COM - Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku, Kombes AW yang diberhentikan sementara terkait penanganan kasus dugaan pembobolan dana ratusan miliar nasabah BNI Cabang Ambon kini tengah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya membenarkan jika Kombes AW saat ini sedang berada di Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan.

“Benar, saya membenarkan itu, kemarin dipanggil untuk diambil keterangan di Mabes,”kata Roem kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Menurut Roem, selain Kombes AW, salah satu perwira polisi berpangkat Kompol yang merupakan anak buah AW juga ikut diperiksa di Mabes Polri.

Roem menegaskan, pemberhentian sementara Kombes AW tersebut tidak ada kaitan secara langsung dengan skandal kasus pembobolan BNI, namun hanya terkait penanganan kasus yang diduga menyalahi prosedur.

“Saya pastikan 100 persen bahwa tidak ada keterkaitan mereka dengan kasus ini tidak ada, cuma begitu laporan masuk ada kesalahan awal penanganannya, jadi belum tentu mereka salah,” tegasnya.

Meski begitu, Roem menyebut, jika dari hasil pemeriksaan nanti ada bukti Kombes AW menyalahi aturan, maka tentu akan diberikan sanksi dari pimpinan, namun jika tidak terbukti maka jabatan sebagai Dirkrimum Polda Maluku akan dikembalikan seperti semula.

“Kalau ada kesalahan dari hasil pemeriksaan itu sudah tentu ada hukumannya, tapi kalau mereka tidak salah berarti dikembalikan jabatannya. Ya begitu kalau anak buah lakukan kesalahan pasti tanggung jawabnya pimpinan,” ujarnya.

Sebelum diambil alih oleh Ditreskrimsus Polda Maluku, kasus tersebut terlebih dahulu ditangani oleh Ditrkimum Polda Maluku.

Sesuai peraturan Kapolri, kasus tersebut harusnya ditangani oleh Dirkrimsus karena menyangkut kejahatan perbankan.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved