Gubernur Ganjar Serahkan Penghargaan 1.136 Pendonor

Sebanyak 1.136 pendonor darah menerima penghargaan dalam Temu Donor Darah Sukarela (DDS).

Gubernur Ganjar Serahkan Penghargaan 1.136 Pendonor
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyerahkan pernghargaan kepada pendonor darah dalam Temu Donor Darah Sukarela (DDS) ke-50 Kali dan 75 Kali di Balai Diponegoro Semarang, Senin (21/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 1.136 pendonor darah menerima penghargaan dalam Temu Donor Darah Sukarela (DDS) ke-50 dan 75 kali.

Seremoni penghargaan itu digelar di Balai Diponegoro Semarang, Senin (21/10/2019).

Penghargaan secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada perwakilan penerima penghargaan.

Dari total 1.136 pendonor darah dari berbagai daerah di Jawa Tengah tersebut terdiri dari 861 pendonor telah melakukan DDS sebanyak 50 kali dan 275 pendonor telah melakukan DDS sebanyak 75 kali.

"Kalau yang dari Kota Semarang DDS ke-50 ada 150 orang, terus yang mendapatkan penghargaan ke-75 ada 40 orang. Jadi secara keseluruhan dari Semarang ada 190 orang," kata Kepala Unit Donor Darah Kota Semarang, Ana Kartika.

Video Kecelakaan Truk Trailer di Jalan Siliwangi Semarang

Dugaan Jual Beli Jabatan di Kudus, Uka Akui Terima Uang Rp 50 Juta Untuk Beli Motor Trail

Bocah 13 Tahun Tenggelam di Waduk Lalung Karanganyar, Infonya Berenang Cari Ikan

Menurutnya, acara pemberian penghargaan untuk pendonor darah tersebut diselenggarakan setiap tahun.

Penghargaan DDS ke-25 diselenggarakan di kabupaten dan kota, DDS ke-50 dan 75 di tigkat provinsi, kemudian DDS ke-100 penghargaan akan diserahkan presiden di Jakarta.

"Alhamdulillah, pendonor darah akhir-akhir ini semakin menigkat terutama di kalangan anak muda, di kampus-kampus dan sekolah meningkat. Di samping di instansi banyak yang langsung datang ke Unit Donor Darah dari kalangan warga," katanya.

Sementara itu, Ganjar menyebut, donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang mampu menolong hidup orang lain. Namun, saat ini tidak banyak media yang mengangkat tentang keberhasilan donor darah dalam menyelamatkan orang lain.

"Kalau kita bicara mengamalkan nilai-nilai pancasila tidak perlu hafalan langsung tindakan. Itu lah kemanusian yang adil dan beradab," katanya.

Ia berharap, donor darah menjadi gaya hidup masyarakat Jawa Tengah. Melalui donor darah juga dapat menciptakan gaya hidup yang sehat bagi pendonornya.

"Mereka yang sudah terbiasa donor darah merasa fresh. Menunjukkan itu sehat dan bahagia. Metabolismenya bagus, hidupnya bagus, bahagia," ujarnya. (TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved