Hujan Tak Kunjung Datang, Kekeringan di Sragen Meluas

Direktur Utama PDAM Tirto Nagoro Sragen Supardi mengakui permintaan droping air bersih meningkat akhir-akhir ini

Hujan Tak Kunjung Datang, Kekeringan di Sragen Meluas
Tribunjateng.com/Mahfira Putri Maulani
Warga Desa Gilirejo Lama Kecamatan Miri Kabupaten Sragen sedang berebut bantuan droping air bersih 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Musim hujan yang tak kunjung datang, membuat kekeringan di Kabupaten Sragen semakin meluas.

Data terbaru yang masuk ke PDAM Sragen, Desa Karangngudi, Kecamatan Ngrampal ikut mengalami kekeringan.

Direktur Utama PDAM Tirto Nagoro Sragen Supardi mengakui permintaan droping air bersih meningkat akhir-akhir ini.

Kendati demikian pihaknya optimis pasokan air untuk droping air bersih tetap mencukupi.

"Droping air ini sudah banyak sekali. Dari kita (PDAM) saja sudah ratusan," ungkap Supardi, Senin (21/10/19).

Supardi menuturkan, kekeringan tidak berdampak pada penyusutan air bersih bagi seluruh pelanggan PDAM, hal ini terbukti belum adanya keluhan dari masyarakat. 

Dengan total sumber 45 sumur dalam, dan satu sumber dari mata air dari Gumeng (Gunung Lawu) juga tidak mengurangi pasokan.

"Tapi memang dari sumur Gumeng yang dulu 80 ribu liter perdetik kini 70-60 ribu liter perdetik karena melayani masyarakat pengguna PDAM dan Karanganyar wilayah Kerjo," kata dia.

"Alhamdulillah kalau pelanggan tidak ada keluhan, masih teratasi. Kemarin yang daerah kritis seperti Sambirejo dan Gondang itu ada tambahan satu sumur. Jadi bisa mengatasi yang dari Gumeng," lanjut dia. 

Dirinya juga mengatakan di tahun depan ada beberapa sumur yang sudah menjadi perhatian khusus seperti Tanon, Sidoharjo, Masaran, Gemolong, Sumberlawang karena kontrusi sudah rusak.

"Kami akan lakukan redreling atau mengebor lagi yang juga masih di lokasi yang sama. Saat ini kami juga telah memaksimalkan sumber di dekat  kantor kami," kata Supardi.

Sementara itu di 2020, 2021 pihaknya akan berfokus di Kecamatan Tangen dan Kecamatan Jenar serta waduk Gondang untuk sumber air.

Waduk Gondang sendiri intensitas air 100 liter perdetik untuk 10.000 saluruh wilayah Kedawung, Karangmalang dan sebagian Sambirejo.

"Sementara Tangen dan Jenar sumbernya akan diambil dari Banaran Kecamatan Sambungmacan. Jaraknya sudah jauh, jadi memang ini membutuhkan infrastruktur yang cukup besar," terang dia. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved