Kisah Perjuangan Anak Grobogan, Dari Pemain Cadangan atau Lawan Tanding hingga Raih Rekor Dunia

Berkali-kali jadi atlet cadangan di cabor panjat tebing di Indonesia justru Aries Susanti paling unggul. Akhirnya Gadis kelahiran Grobogan ini

TRIBUNJATENG.COM -- Berkali-kali jadi atlet cadangan di cabor panjat tebing di Indonesia justru Aries Susanti paling unggul. Akhirnya Gadis kelahiran Grobogan ini membuktikan diri sebagai atlet putri panjat tebing terbaik kelas dunia.

Atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu kembali mencetak prestasi membanggakan bagi Indonesia.

Ia berhasil memperoleh emas dalam ajang kejuaraan dunia panjat tebing  di Piala Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup) yang digelar di Xiamen, China, Sabtu (19/10/2019).

Aries berhasil menjadi juara dunia dan mengalahkan pemegang rekor dunia, Yi Ling Song, dari Cina.

Selain itu, ia juga memecahkan rekor dunia sebagai perempuan pertama dalam sejarah yang mencatatkan waktu di bawah 7 detik, yaitu 6,995 detik dalam nomor speed world putri.

Aries Susanti Rahayu diketahui lahir di Grobogan, 21 Maret 1995. Pendidikannya dimulai dari SDN Taruna, Klambu, Grobogan. Ia melanjutkan ke SMPN 1 Grobogan.

Kemudian, melanjutkan sekolah di SMAN 9 Semarang dan SMA Kristen Purwodadi. Ia juga kuliah di jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Saat SD, Aries sudah menekuni cabang olahraga lari. Ia kemudian diperkenalkan cabang olahraga panjat tebing oleh guru olahraganya.

Aries menjadi atlet panjat tebing termuda di Grobogan saat berusia 14 tahun. Aries terus mengasah kemampuannya dalam panjat tebing dan berhasil masuk menjadi atlet PON.

Akan tetapi, Aries tidak langsung masuk menjadi tim inti. Awalnya, ia menjadi atlet cadangan untuk lawan tanding atlet PON.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved