Breaking News:

Pelantikan presiden 2019: Yang Tak Serius Pasti Saya Copot

Pelantikan presiden 2019 ditandai dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengucapkan sumpah jabatan dalam Sidang Paripurna

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Capres petahanan Joko Widodo saat mendatangi kediaman cawapresnya Kiai Haji Maruf Amin di Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin akan menyampaikan pidato terkait hasil sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) di Bandara Halim Perdanakusuma. 

Presiden Joko Widodo sudah menyusun program kerja yang akan dikebut lima tahun ke depan. Ada lima poin penting, antara lain penyederhanaan birokrasi, investasi untuk penciptaan lapangan kerja juga harus diprioritaskan. "Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas," tegasnya saat berpidato usai pelantikan sebagai presiden terpilih di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10).

Lalu, Jokowi juga ingin eselonisasi harus disederhanakan. "Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," jelasnya.

Jokowi juga meminta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, Jokowi menegaskan tidak akan memberi ampun. "Saya pastikan, pasti saya copot."

Presiden akan serius menyederhanakan birokrasi di pemerintahannya bersama Ma'ruf Amin untuk periode 2019-2024. Salah satu yang akan dilakukan Jokowi adalah menyederhanakan kepangkatan eselon di kementerian dan lembaga.

"Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja," tegas Jokowi dalam pidato pelantikannya di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Nantinya, eselon diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi. Jokowi juga meminta kepada para menteri, pejabat, dan birokrat agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

Dalam pidatonya Jokowi mengatakan, penyederhanaan birokrasi harus terus dilakukan secara besar-besaran. "Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas," tegasnya.

Ditegaskan oleh Presiden Jokowi, Indonesia akan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia ditargetkan telah menjadi negara maju dengan pendapatan Rp 327 juta per kapita pertahun atau 27 juta per kapita perbulan. "Itulah target kita bersama," tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan harapan pencapaian pada produk domestik.

"Mimpi kita di tahun 2045, produk domestik bruto Indonesia mencapai 7 Triliun USD. Dan Indonesia sudah masuk ke lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen," lanjutnya.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved