Angin Kencang Tak Biasa Terjang 7 Kecamatan di Magelang Akibatkan Ribuan Warga Mengungsi

Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-musibah angin kencang yang terjadi 20 hingga 21 Oktober 20

Angin Kencang Tak Biasa Terjang 7 Kecamatan di Magelang Akibatkan Ribuan Warga Mengungsi
KOMPAS.COM/IKA FITRIANA
Rumah-rumah rusak diterjang angin kencang di permukiman warga di lereng Merbabu Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-musibah angin kencang yang terjadi 20 hingga 21 Oktober 2019 lalu.

Musibah ini menyebabkan banyak rumah warga rusak hingga pohon tumbang menutup akses jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat, angin kencang meluas hingga 7 kecamatan meliputi Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun.

Ratusan warga terpaksa mengungsi di lokasi lebih aman.

Bupati Megelang Zaenal Arifin menjelaskan, status darurat bencana diputuskan agar dampak bencana segera bisa ditangani dan menentukan langkah strategis selanjutnya.

Tanggap darurat berlaku selama 14 hari ke depan.

"Status darurat itu harus kita tetapkan agar kita segera bisa menangani bencana ini dengan cepat. Dengan status darurat ini, secara regulasi kita bisa melakukan langkah-langkah yang strategis," kata, Zaenal di sela-sela meninjau para korban bencana di tempat pengungsian Pogalan, Kecamatan Pakis, Senin (21/10/2019) malam.

Hingga Senin malam, jumlah pengungsi korban angin kencang mencapai 853 KK atau 2.682 jiwa.

Mereka mengungsi di Balai Desa Ketundan dan masjid-masjid di Kecamatan Pakis. Lalu sekitar 94 jiwa tercatat telah mengungsi di Balai Desa Pogalan dan di titik-titik lainnya. Rumah mereka rusak akibat diterjang angin.

"Kami sangat prihatin terjadinya bencana ini. Kami juga sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kesigapan para personel baik TNI, POLRI, dan para relawan yang telah membantu proses assasment dan evakuasi warga," ungkap Zaenal.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved