Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Aksi Tawuran Pelajar SMK di Tegal, 10 Celurit Berbagai Ukuran Jadi Bukti

Ratusan pelajar dari berbagai SMK di Kabupaten Tegal terlibat aksi tawuran Rabu (23/10/2019) ini.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
sejumlah clurit yang diamankan dari para siswa pelajar SMK. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Ratusan pelajar dari berbagai SMK di Kabupaten Tegal terlibat aksi tawuran Rabu (23/10/2019) ini.

Bahkan, tawuran itu meluas di beberapa lokasi antara lain di sekitar wilayah Kecamatan Lebaksiu dan Slawi.

Dari tawuran tersebut, belasan pelajar di antaranya telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Tegal, Rabu (23/10/2019) malam ini.

Dari tangan belasan pelajar SMK itu, polisi menyita sedikitnya 10 clurit dengan berbagai ukuran.

Akibat tawuran itu, satu pelajar di antarnya mengalami luka tusuk di punggungnya.

Untungnya, pelajar yang diketahui mengalami luka bacok di sekitar Slawi Pos, Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi itu masih bisa diselamatkan warga sekitar saat hendak dihantam lebih lanjut oleh sejumlah siswa SMK.

Kapolsek Slawi AKP Dwija Utama menjelaslan, sebelum meluas ke Slawi, aksi tawuran sempat terjadi di salah satu lapangan di Desa Kambangan, Kecamatan Lebaksiu sore harinya.

Dia menuturkan, ada sekitar ratusan pelajar dari berbagai SMK yang terlibat dalam tawuran di Desa Kambangan.

Dari informasi yang dihimpun pihaknya, para pelajar itu diketahui akan menyerang salah satu SMK di Kecamatan Pagerbarang usai bertempur di Kambangan.

Saat perjalanan menuju ke sana, para pelajar berhasil dihadang oleh sejumlah petugas dari Polsek Slawi dan Polres Tegal.

"Iya mas, luka tusuk di punggung satu pelajar. Kemudian, ada motor juga yang rusak akibat dari tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar SMK di Kabupaten Tegal. Akhirnya, mereka bisa diamankan saat melintas di kawasan Kecamatan Slawi," papar Dwija kepada Tribunjateng.com.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Tegal, Imron Effendi menuturkan, para pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut berasal dari tiga sekolah SMK.

Tiga SMK itu, kata dia, berasal dari sejumlah murid dari SMKN 2 Slawi, SMK Al Islamiah Adiwerna, dan SMK Bakti Praja Slawi.

"Infonya yang terlibat ada tiga (3) SMK. Sekolah-sekolah itu berasal dari Kecamatan Slawi dan Adiwerna," ujar Imron.

Hingga berita ini dimuat, petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tegal sedang melakukan pemeriksaan kepada para pelajar yang diamankan.

Sejumlah Kepala Sekolah dari tiga SMK yang terlibat dalam tawuran itu pun turut dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Tegal.

Motif dan latar belakang terjadinya tawuran tersebut pun sedang didalami polisi dengan memintai keterangan dari para pelajar dan Kepala Sekolah. (Tribunjateng/gum).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved