Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belasan Ribu Santri Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2019 di Alun-alun Demak

Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, dan siswa-siswi madrasah se-Kabupaten Demak ikuti peringatan Hari Santri Nasional

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: m nur huda
Tribunjateng/Moch Saifudin
Ribuan santri ikuti upacara hari santri nasional 2019 di Alun-alun Demak, Selasa (22/10/2019).  

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, dan siswa-siswi madrasah se-Kabupaten Demak ikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung di Alun-Alun Simpang Enam Demak, Selasa (22/10/2019).

Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kabupaten Demak, Kepala OPD, para kyai dan ulama se-Kabupaten Demak.

Iring-iringan barisan santri dan Forkopimda Kabupaten Demak berjalan dari Pendopo menuju Alun-Alun Simpang Enam Demak.

Barisan terdepan adalah barisan santri “bulus” yang merupakan seluruh peserta kemah santri.

Selanjutnya barisan santri “Suryo Binolong,” “Suryo Bintoro,” “Lawang Bledhek,” dan “Demak Bintoro” yang terdiri dari kyai, Bupati, Forkopimda, dan Pejabat Pemerintah.

Baliho raksasa resolusi jihad, treatikal sound resolusi jihad memeriahkan acara tersebut. Para santri pun serta merta menyerukan yel-yel santri nusantara.

Bupati Demak, M Natsir selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional 2019 merupakan bentuk pengakuan negara atas peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Santri dan pesantren telah menjadi bagian sejarah kemerdekaan bangsa dan memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan.

"Dalam setiap ancaman disintegrasi bangsa, para santri tetap mendukung bahkan menjadi garda terdepan demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," jelasnya.

Sementara Ketua PCNU Demak, Aminudin mengatakan, Hari Santri Nasional 2019 di Alun-alun Demak diikuti oleh 4.000 santri berkemah dan sekira 15-20 ribu santri dalam upacara peringatan.

Ia berharap Demak sebagai Kota Wali bisa menjadi ikon peringatan hari santri nasional.

"Oleh karenanya dalam peringatan HSN tanggal 22 Oktober kita perlu menyukuri dan khidmat kepada negeri. Salah satunya dengan adanya kemah santri dan upaya lain yang dilakukan," jelasnya.

Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar mengimbau agar para santri belajar dengan baik dan tidak mudah mengikuti aliran agama yang tidak sesuai kaidah ajaran islam sesungguhnya, apalagi menganut faham Radikalisme.

Selain itu Kapolres Demak juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat Kabupaten Demak termasuk para santri tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu benar (hoax).

"Terutama di media sosial, mari bijak dalam bermedia sosial. Saring sebelum sharing," kata AKBP Arief setelah upacara HSN kepada para santri.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan naskah resolusi jihad dan ikrar santri. Lagu Yalal wathon  dan mars hari santri semakin memeriahkan upacara. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved