Penumpang Berpakaian ala Santri Dapat Tarif Khusus

Perayaan Hari Santri Nasional di Kota Semarang tidak hanya dimeriahkan oleh kalangan santri saja, sejumlah pihak juga turut memeriahkan

Penumpang Berpakaian ala Santri Dapat Tarif Khusus
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Karyawan Trans Semarang mengenakan pakaian muslim saat melayani para pengguna BRT guna memeriahkan Hari Santri Nasional, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM -- Perayaan Hari Santri Nasional di Kota Semarang tidak hanya dimeriahkan oleh kalangan santri saja, sejumlah pihak juga turut memeriahkan seperti anak-anak sekolah, pegawai pemerintahan, hingga Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang.

Terlihat pemandangan berbeda di setiap halte dan armada Trans Semarang.

Jika pada hari biasa karyawan Trans Semarang mengenakan seragam, bertepatan pada Hari Santri Nasional mereka memakai pakaian muslim.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menuturkan, pihaknya surat edaran dari Wali Kota Semarang untuk semua pegawai negeri, tidak terlepas karyawan Trans Semarang wajib memakai pakaian santri.

"Untuk karyawan muslim kami persilakan memakai pakaian muslim seperti baju koko, sarung, dan peci. Bagi yang nonmuslim, kami persilakan memakai pakai batik," tutur Ade.

Ditemui di Shelter Simpan Lima saat melakukan sidak, Ade mengaku senang melihat karyawan-karyawati BRT Trans Semarang cukup totalitas dalam melaksanakan tugas. Dia merasa berada seperti dalam suasana Lebaran Idul Fitri.

"Pengemudi Trans Semarang juga tidak ketinggalan berpartisipasi dengan memakai kain sarung disandarkan di pundak," imbuhnya.

Selain memeriahkan dengan berpakaian muslim, Ade juga memberikan tarif khusus kepada pengguna BRT yang mengenakan pakaian santri pada perayaan Hari Santri Nasional kali ini. Mereka hanya membayar Rp 1.000 mulai dari pukul 05.30-08.00.

"Kami tahu banyak mobilitas santri mulai 05.30 - 08.00 mengikuti upacara di berbagai tempat. Jadi, ini memotivasi kami untuk memberikan tarif khusus menuju dan setelah acara hari santri," jelasnya.

Ade menambahkan, pihaknya menerima banyak usulan untuk tarif santri sebesar Rp 1.000. Namun, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Semarang nomor 16A tahun 2017, tarif BRT Trans Semarang untuk umum Rp 3.500 dan Pelajar/Mahasiswa/KIA Rp 1000.

"Kami sudah mengusulkan terkait tarif santri ini, dan juga tarif khusus bagi lansia," imbuhnya. (eyf)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved