Breaking News:

Polres Brebes Ungkap Jaringan Penyalur TKI Ilegal

Polres Brebes mengungkap jaringan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Zainal Arifin
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho, menginterogasi tersangka kasus penyaluran TKI ilegal dalam gelar perkara di Mapolres Brebes, Rabu (23/10/2019). 

Selain itu, calon TKI juga dimintai uang sebesar Rp 5 juta dengan alasan untuk pengurusan berkas keberangkatan.

Berkas keberangkatan yang dijanjikan di antaranya visa dan lainnya, tidak pernah diberikan.

"Kasus ini masih dalam pengembangan. Baru satu tersangka yang kami tangkap, sedangkan satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran," ucapnya.

Ida terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 81 atau Pasal 86 UU RI No 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dan Pasal 10 UU RI no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana pemberantasan orang, Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Ancaman pidananya 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar," tegasnya.

Pengakuan Ida: Calon TKI Datang Sendiri

Ida Zarodah mengatakan tidak pernah mencari calon TKI.

"Saya tahunya kalau ada yang mau jadi TKI, saya antarkan ke Muhtadi. Prosedurnya bagaimana, saya tidak tahu," katanya.

Diakuinya, setiap calon TKI yang dibawanya dipungut biaya sebesar Rp 5 juta.

Uang tersebut diberikan kepada Muhtadi selaku penyalur TKI.

Dari setiap satu orang TKI, Ida menerima imbalan Rp 4 juta.

"TKI yang saya antarkan baru satu. Itu pun dia datang sendiri ke rumah dan minta diberangkatkan. Dari satu orang TKI, saya nerima imbalan Rp 4 juta dari Muhtadi," pungkasnya. (TRIBUN JATENG/ ZAINAL ARIFIN)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved