Rusia Turun Tangan, Genjatan Senjata Turki untuk Kurdi di Suriah Diperpanjang

Turki dan Rusia mengumumkan kesepakatan gencatan senjata di Suriah bagian timur laut yang mereka sebut "bersejarah".

Rusia Turun Tangan, Genjatan Senjata Turki untuk Kurdi di Suriah Diperpanjang
CEM OKSUZ / POOL / AFP
Foto ini diambil pada 15 November 2015 ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 di Antalya, Turki. 

TRIBUNJATENG.COM - Turki dan Rusia mengumumkan kesepakatan gencatan senjata di Suriah bagian timur laut yang mereka sebut "bersejarah".

Dalam kesepakatan itu, milisi Kurdi di Suriah timur laut diberikan tenggang waktu selama 150 jam untuk menarik diri setidaknya 32 kilometer dari perbatasan Turki mulai Rabu (23/10/2019).

Turki dan Rusia juga bersepakat menggelar patroli sejauh 10 kilometer dari garis perbatasan Suriah-Turki. Peran itu sebelumnya diemban militer Amerika Serikat, yang kini telah ditarik mundur.

Kesepakatan antara kedua negara tersebut ditempuh menjelang masa kedaluarsa gencatan senjata yang digagas Amerika guna memberi kesempatan kepada milisi Kurdi untuk menarik mundur.

Melalui kesepakatan yang baru ini, periode gencatan senjata praktis diperpanjang.

Pasukan Kurdi di bagian utara Suriah didominasi oleh milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang dianggap Turki sebagai ancaman pada perbatasannya dengan Suriah.

Mengapa Rusia terlibat?

Setelah pasukan AS mundur, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melancarkan serangan lintas perbatasan pada 9 Oktober.

Rusia, yang bersekutu dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menempatkan pasukan dekat perbatasan lantaran khawatir kawasan itu disusupi kekuatan asing.

Pengerahkan pasukan Rusia kemudian menciptakan kemungkinan bentrokan antara Rusia dan Turki, sesuatu yang ingin dihindari Presiden Erdogan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved