Tiap Hari 11 Korban Meninggal Dunia Karena Kecelakaan di Jawa Tengah, Inilah Rincian Lengkapnya

Sebanyak 3.167 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah sejak Januari hingga September 2019.

Tiap Hari 11 Korban Meninggal Dunia Karena Kecelakaan di Jawa Tengah, Inilah Rincian Lengkapnya
Istimewa
Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2019 di Halaman Mapolda Jateng, Rabu (23/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 3.167 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah sejak Januari hingga September 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel ketika Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2019 di Halaman Mapolda Jateng, Rabu (23/10/2019).

Rycko menyebut, berdasarkan data yang dimiliki Polda Jateng jumlah korban meninggal tersebut terjadi dari total 19.292 kecelakaan.

"Selama sembilan bulan, kurang lebih 270 hari, terjadi 19.292 kejadian atau dengan kata lain terjadi 71 kali kecelakaan dalam satu hari.

Akibatnya 3.167 orang meninggal dunia dengan kata lain setiap hari sekitar 11 orang meninggal," sebutnya.

Menurutnya, penyebab kecelakaan didominasi karena pelanggaran lalu lintas.

Sementara, jumlah pelanggaran lalu lintas dalam kurun waktu sembilan bulan tersebut terjadi 1.507.023 pelanggaran di Jateng.

"Secara umum penyebab kecelakaan itu karena tidak mengikuti aturan, banyak kendaraan roda dua kebut-kebut tidak memakai helm.

Kedua, selain faktor manusia juga karena faktor alam, tetapi paling banyak faktor manusia tidak taat kepada aturan," ujarnya.

Sebanyak 3.300 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Zebra Candi 2019. Operasi tersebut rencananya akan berlangsung selama 14 hari, mulai Rabu (23/10/2019) sampai Selasa (5/10/2019).

"Operasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap berbagai aturan lalu lintas.

Tentu tujuannya kita ingin meningkatkan keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," katanya.

Sejumlah intansi turut berpartisipasi dalam operasi tersebut, yaitu TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Rasa Marga, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan. Selain melakukan penindakan, Rycko mengatakan, Operasi Zebra tahun ini menekankan pendidikan tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

"Selain melakukan penindakan juga untuk mendidik, diberi tahu bukan sekedar langsung dilakukan penindakan tetapi diberikan penjelasan ini salah seharusnya tidak seperti ini. Kemudian faktor keselamatan anggota juga kita tekankan. Bertugasnya di jalan raya, keselamatan anggota harus dijaga," tuturnya. (*)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved