Artis Sinetron Madun Ditangkap Polisi, Alasan Ibnu Rahim Karena Sepi Tawaran Televisi

Ibnu Rahim, artis yang pernah bermain sinetron 'Madun' itu ditangkap bersama rekannya berinisial AB di pinggir Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMI
Satnarkoba Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap artis Ibnu Rahim atas kepemilikan narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu di jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/10/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, TANGSEL - Karena semakin sepi job sinetron, artis Ibnu Rahim terpaksa edarkan ekstasi dan sabu.

Alasan tersebut terungkap saat Satnarkoba Polres Tangerang Selatan itu menangkap Ibnu Rahim terkait kepemilikan narkoba kedua jenis itu.

"Dia memakai dan mengedarkan narkoba karena sudah tidak ada kegiatan program (sinetron)."

"Ya (sepi tawaran sinetron) dan satu lagi juga karena lingkungan," kata Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan AKP Edy Suprayitno di Polres Tangsel, Kamis (24/10/2019).

Selama menjadi pengedar, Ibnu mendapatkan narkoba tersebut dari seorang narapidana di salah satu lapas di Jakarta.

Menurut AKP Edy, biasanya Ibnu menjual ekstasi seharga Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per empat butir.

"Saat kami tangkap, barang buktinya ada tiga paket sabu-sabu juga seberat satu gram. Untuk per paket yang bersangkutan menjual Rp 200 ribu," ucapnya.

Hasil penjualan narkoba, kata AKP Edy, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sebagai pengangguran.

"Iya hasil penjualannya buat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang bersangkutan," tuturnya.

Ibnu Rahim, artis yang pernah bermain sinetron 'Madun' itu ditangkap bersama rekannya berinisial AB di pinggir Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) malam.

Keduanya ditangkap hasil pengembangan dari pelaku BDW yang diamankan Polres Tangsel, beberapa minggu sebelumnya.

Dari pengakuan BDW, sabu-sabu yang dimilikinya berasal dari Ibnu.

Polisi langsung melakukan pengejaran.

Saat ditangkap, Ibnu yang panik langsung membuang alat komunikasi miliknya untuk menghilangkan barang bukti.

"Karena kami tangkapnya di fly over jalan umum. Yang bersangkutan langsung membuang alat komunikasinya," tutur AKP Edy.

Ibnu kini dikenakan Pasal 114 Ayat 1, Pasal 112 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Yang kemudian jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun atau maksimal 20 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi: Artis Ibnu Rahim Edarkan Sabu dan Ekstasi karena Sepi Tawaran Sinetron"

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved