Noe Letto Nyanyikan Lagu Gundul-gundul Pacul Berbagai Genre saat Hari Santri Nasional di Pekalongan

Letto band meriahkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan, Rabu (23/10/2019) malam.

Noe Letto Nyanyikan Lagu Gundul-gundul Pacul Berbagai Genre saat Hari Santri Nasional di Pekalongan
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sabrang Mowo Damar Panuluh, vokalis Band Letto saat mengisi acara Hari Santri Nasional di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan, Rabu (23/10/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Letto band meriahkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan, Rabu (23/10/2019) malam.

Dipunggawai Sabrang Mowo Damar Panuluh sang vokalis Band Karyo, mereka menghibur ratusan santri dan masyarakat Kota Batik.

Seluruh tembang yang dibawakan dinyanyikan juga oleh para penonton.

Lagu seperti Ruang Rindu, serta Sebelum Cahaya juga fasih dilantunkan penonton.

Selain membawakan lagu ciptaan Letto, sang vokalis yang akrab di sapa Noe itu juga membawakan tembang Jawa, yaitu Gundul-gundul Pacul.

Lagu tersebut dibawakan bersama personil Band Letto sebelum mengakhiri penampilan.

Mereka membawakan lagu Gundul-gundul Pacul dengan berbagai genre musik.

Baik reagge, metal, kroncong serta versi aslinya sengaja dikemas dalam satu kesatuan di atas panggung.

Noe mengaku sengaja membawakan lagu Gundul-gundul Pacul dalam acara perayaan HSN.

"Kami sengaja membawakan lagu Gundul-gundul Pacul dengan berbagai genre, karena kami ingin menyampaikan perihal budaya," jelasnya di atas panggung.

Pentas Seni Santri Ramaikan Perayaan Hari Santri Nasional Kota Pekalongan

Video Ratusan Kendaraan Ditilang Dalam Operasi Zebra Candi 2019 Pekalongan

Dewan Kritik Molornya Pembangunan Pasar Senggol Kuripan Kota Pekalongan

Dilanjutkannya, lagu Gundul-gundul Pacul dengan berbagai genre merupakan gambar dari santri.

"Lagu Gundul-gundul Pacul yang kami bawakan itu sama, hanya bajunya yang berbeda karena dikemas dengan genre berbeda. Sama halnya dengan santri yang harus menjaga kesatuan NKRI meski dari berbagai daerah," paparnya.

Ditambahkannya, santri wajib menjaga tradisi dan budaya yang sudah ada sejak dulu.

"Saya di sini ingin menyampaikan budaya dan tradisi, meski budaya dan tradisi sifatnya berbeda namun keduanya lentur. Santri juga harus fleksibel untuk memajukan bangsa," tambahnya. (Tribun Jateng/ Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved